Selasa, 09 April 2013

Chairman Samsung kembali ke Seoul, perang di semenanjung Korea batal?


Seperti spekulasi banyak orang, Chairman Samsung Lee Kun-hee kembali ke Seoul pada hari Sabtu setelah 86 hari melakukan perjalanan ke luar negeri. Perhatian sekarang terpusat pada apakah ia akan datang dengan skema manajemen baru dan agresif untuk melanjutkan kesuksesan yang menakjubkan dari grup konglomerat yang dipimpin oleh produsen elektronik terbesar dan terbaik di Korea dalam sejarah selama beberapa dekade.

Ia tiba di Bandara Internasional Gimpo melalui pesawat pribadinya setelah bolak-balik antara Tokyo dan Hawaii selama hampir tiga bulan. Tahun lalu, ia juga meninggalkan Korea pada 9 Januari dan kembali pada 21 Januari, yang langsung dilanjutkan dengan komuter ke markas Samsung Seocho di Seoul Selatan pada 7 Februari.

Mungkin karena iklim dingin di Seoul, Chairman berusia 71 tahun yang sudah menderita kanker sejak sekitar satu dekade lalu ini hampir tidak menghabiskan waktu di Korea selama musim dingin. Sumber mengatakan rutinitasnya mengharuskannya beristirahat di Hawaii dan melakukan pertemuan bisnis di Jepang. Ketika ditanya tentang kesehatannya, dia mengatakan dia "baik-baik saja kecuali perasaan gelisah pada kaki saya karena saya belum pernah bekerja sebanyak ini."

Jika preseden ini dijadikan sebagai indikasi, pengumuman besar oleh Chairman Lee mungkin segera akan terjadi. Setelah tinggal enam bulan di luar negeri pada tahun 1993, ia menyatakan akan ada rencana manajemen baru, dimana ia memerintahkan staf Samsung untuk "mengubah segalanya kecuali istri dan anak-anak mereka." Tahun ini menandai 20 tahun sejak ia membuat apa yang disebut "deklarasi Frankfurt."

"Saya bertemu banyak orang, perjalanan jauh dan memberikan pemikiran yang mendalam pada masa depan," katanya kepada wartawan Korea di bandara pada hari Sabtu kemarin.

Masalah yang akan menjadi topik kunci adalah besaran investasi Samsung untuk 2013. Meskipun ia berjanji pada sambutan untuk tahun baru kemarin untuk "memperluas investasi sebanyak mungkin," namun hingga saat ini Samsung belum mengungkap rincian apapun.

Kim Jong-joong, presiden Samsung Electronics untuk divisi strategi perusahaan, hanya mengatakan bahwa Grup nya hanya akan "berfokus pada mempekerjakan lebih banyak orang dan berinvestasi secara fleksibel sesuai dengan kondisi ekonomi," tanpa merinci lebih lanjut dalam pertemuan hari Kamis kemarin dengan Yoon Sang-jik, Menteri Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan, dan chairman konglomerat top lainnya di Korea.

Mengingat bahwa Chairman Lee telah menekankan suatu "sense of crisis" untuk menjaga karyawan agar tetap fokus meskipun Samsung mengalami pertumbuhan terus-menerus, ia juga diperkirakan akan melanjutkan upaya untuk mengidentifikasi dan mengembangkan mesin pertumbuhan masa depan di luar smartphone dan semikonduktor. Beberapa dari sumber bisnis lain yang dikenal mencakup teknik biomedis, peralatan medis dan baterai generasi berikutnya.

Dalam komentar resmi pertamanya pada pelantikan Presiden Korea Selatan yang baru Park Geun-hye, ia mengatakan, "Karena dia telah lama belajar [politik], dan kemudian jadi [presiden], saya pikir dia akan melakukannya dengan baik. Dan Samsung, meskipun dalam skala kecil, harus berusaha keras untuk membantunya."

Sementara itu, kembalinya Chairman Samsung secara satir mulai dikait-kaitkan dengan ancaman-ancaman dari Korea Utara. Netizen di Korea saling bertukar lelucon, yang salah satunya mengatakan bahwa karena sekarang Chairman telah kembali ke rumah, kemungkinan terjadinya perang di semenanjung Korea telah menyusut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar