Selasa, 05 Maret 2013

Anggaran iklan Samsung lebih banyak daripada R&D?


Samsung Electronics telah menghabiskan dana sebesar 12,9 triliun won (sekitar 115 triliun rupiah) untuk kegiatan pemasaran dan iklan pada tahun 2012. Jumlah tersebut menyumbang 6,5 persen dari 200 triliun won pendapatan perusahaan tahun lalu, dan naik 38 persen dari tahun sebelumnya. Ini adalah kenaikan 6,8 kali dari 1,9 tiliun won yang dihabiskan pada tahun 2005.

Berdasarkan dokumen rahasia yang ditemukan oleh The Korea Times hari ini, juga menunjukkan bahwa Samsung Electronics telah menghabiskan 1,15 triliun won (sekitar 10 triliun rupiah) pada penelitian dan pengembangan (R&D) pada tahun 2012, mengambil 5,7 persen dari total penjualan. Angka itu naik 15,5 persen dari tahun sebelumnya dan 3,1 kali dari yang dihabiskan tujuh tahun yang lalu.

Angka-angka itu menunjukkan Samsung menempatkan penekanan lebih besar pada pemasaran dalam upaya untuk meningkatkan pangsa pasar smartphone dan meningkatkan citra dari merek mereka.

"Fokus Samsung pada pemasaran adalah alasan utama perusahaan itu begitu sukses tahun lalu," kata sebuah sumber dari dalam Samsung, yang meminta untuk tidak diidentifikasi. "Dengan produk smartphone Galaxy SIII dan Galaxy Note yang strategis dan bisa terjual puluhan juta, perusahaan tidak peduli berapa banyak yang dialokasikan untuk anggaran pemasaran besar-besaran."

Tahun lalu, Samsung menjadi produsen ponsel terkemuka di dunia, mengakhiri kekuasaan Nokia selama bertahun-tahun, dan juga menjadi produsen smartphone terbesar di dunia pada akhir tahun lalu.

Namun fakta mengejutkan yang dibeberkan oleh analis Benedict Evans adalah Samsung benar-benar tidak berbicara tentang Android sama sekali dalam setiap pemasaran dan iklan mereka - yang tahun ini memiliki anggaran pemasaran sekitar $14 miliar (sekitar 136 triliun rupiah atau 13-14 kali anggaran pemasaran dan iklan milik Apple). Banyak iklan Samsung untuk perangkat Android bahkan tidak menyebutkan Android sama sekali, sehingga tidak heran merek Galaxy makin lama menjadi lebih populer dari Android itu sendiri. Inilah yang kemudian ditakutkan oleh Google.

Samsung Electronics mulai meningkatkan rasio biaya pemasaran terhadap penjualan menjadi 6 persen di tahun 2008 ketika perusahaan mulai memasuki pasar Amerika serikat untuk mengatasi krisis keuangan dan muncul sebagai pemain global bersaing dengan Apple. Sebelum itu, rasionya cuma antara 3,3 persen dan 4,1 persen. Beban pemasaran ini termasuk iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan sponsor untuk acara internasional.

"Samsung hanya di deretan 1,5 untuk perusahaan elektronik konsumen sebelum 2008. Tetapi perusahaan naik sebagai penjual TV top dunia setelah mengalahkan Sony Jepang pada tahun 2007. Sejak saat itu, mereka mulai memperluas biaya pemasaran," kata salah seorang pejabat Samsung yang ditemui oleh The Korea Times pekan lalu.

Samsung mengharapkan dapat meningkatkan pengeluaran promosi lagi tahun ini untuk memperkuat kepemimpinannya di pasar elektronik dan smartphone, dan lebih meningkatkan citra merek mereka di mata konsumen.

"Samsung telah menghabiskan dana besar untuk iklan dalam perjalanan untuk menangkap pangsa pasar," kata satu sumber industri.

Tahun lalu, konsultan merek global Interbrand merilis daftar nilai merek perusahaan sedunia dan menempatkan Samsung dalam posisi kesembilan di pasar global. Ini adalah pertama kalinya Samsung masuk daftar 10 besar dan ini makin membuat Samsung semakin bersemangat untuk terus bekerja pada rencana pemasaran yang lebih gila-gilaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar