Sabtu, 15 September 2012

Samsung berkeinginan mendirikan pabrik ponsel di Indonesia


PT. Samsung Electronics Indonesia (SEIN), sebuah unit dari Samsung Group yang berpusat di Korea Selatan, hari ini mengatakan bahwa pihaknya sedang mempelajari pilihan untuk membangun pabrik ponsel di Indonesia. Langkah ini sebagai jawaban investasi sebuah perusahaan asing atas permintaan pemerintah Indonesia sebagai sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi lokal.

PT. SEIN saat ini sudah memiliki pabrik untuk produk elektronik di Indonesia dan "tertarik untuk memiliki sebuah pabrik ponsel juga," kata Lee Kang-Hyun, direktur PT. SEIN, setelah pertemuan antara beberapa perusahaan Korea dengan Mentri Perindustrian MS Hidayat.

Bapak Mentri Hidayat mengatakan pihaknya siap untuk memberikan berbagai insentif untuk Samsung untuk mendirikan pabrik, sambil menambahkan bahwa pemerintah perlu meyakinkan investor potensial bahwa peraturan dan birokrasi di Indonesia yang terkenal buruk dan tumpang tindih tidak akan merugikan investasi mereka.

Baik Pak Mentri Hidayat dan Mr Lee masih belum memberikan tenggat waktu untuk masalah ini.

Indonesia, dengan 240 juta penduduk dan terus meningkatnya daya beli konsumen, telah menyediakan ruang yang luas untuk produsen global. Bulan lalu, Pak Mentri Hidayat mengatakan bahwa Foxconn Technology Group, perusahaan asal Taiwan yang terkenal sebagai perakit iPhone dan iPad, mungkin akan mulai memproduksi ponsel di Indonesia akhir tahun ini.

Foxconn mengatakan pada bulan Juli yang lalu bahwa mereka sedang menjajaki peluang di Indonesia. "Saat ini kami belum mengajukan proposal proyek apapun kepada pihak berwenang atau ke manajemen kami," kata seorang juru bicara dari Foxconn menanggapi berita ini.

Di Asia Tenggara sendiri, Samsung telah memiliki pabrik ponsel di Vietnam. Tahun lalu, Samsung menyelesaikan pembangunan pabrik ponsel kedua di Yenpong, Vietnam dan membuka basis produksi ponsel terbesar di dunia dengan hasil produksi tahunan mencapai 150 juta ponsel. Samsung telah memproduksi sekitar 100 juta ponsel di Vietnam tahun lalu dan mencapai penjualan ekspor senilai US$ 5,8 miliar atau sekitar 53 trilyun rupiah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar