Kamis, 10 Maret 2011

Samsung ajak pengembang Symbian untuk bergabung dengan bada


Setelah CEO Nokia, Stephen Elop, memutuskan bergabung dengan Microsoft untuk menjadikan Windows Phone sebagai platform smartphone utama mereka, banyak penggemar, pengembang hingga karyawan Nokia yang merasa kecewa. Sebelumnya Nokia mendukung dua platform smartphone milik mereka sendiri, yakni Symbian dan Maemo/MeeGo, dan kini kedua platform tersebut menjadi tidak jelas masa depannya.

Symbian hanya dijadikan sebagai platform "franchise" sedangkan MeeGo dijadikan platform untuk pengembangan di masa depan (entah sampai kapan karena hingga hari ini belum ada smartphone MeeGo satupun). Keputusan ini jelas membuat pengembang Symbian merasa tidak jelas akan masa depan mereka, apalagi Qt yang merupakan toolkit untuk pengembangan Symbian dan MeeGo tidak akan didukung oleh Windows Phone. Nokia sendiri kemudian menjual lisensi komersial Qt kepada Digia, setelah sebelumnya juga merumahkan sekitar 1.800 karyawannya yang bekerja untuk Symbian, sehingga semakin suram masa depan Symbian.

Dan Samsung ingin memanfaatkan keputusasaan pengembang Symbian ini dengan mengajaknya bergabung menjadi pengembang untuk platform bada. Samsung sendiri telah memutuskan tidak lagi mendukung Symbian pada akhir tahun kemarin yang kemudian diikuti oleh Sony Ericsson. Samsung telah mengirimkan email ajakan kepada pengembang Symbian asal India yang kecewa dengan pengumuman kerjasama Nokia-Microsoft:
If you are a Symbian developer unhappy about Nokia’s recent announcements, and are hence looking for a new platform to showcase your talents, we say “Hello!” and “Welcome to bada!” If you’re new to the bada development, or are moving your app from Symbian, we’d like to welcome you with the ‘Quick guide to bada development’. In about 15 minutes, you can learn how to build your first bada app!
Platform bada sendiri juga memiliki karakteristik seperti Symbian, yaitu bisa berjalan di spesifikasi hardware yang rendah sehingga bisa menyasar mulai segmen pasar low-end hingga high-end. Bedanya bada  telah dikembangkan dengan struktur platform modern yang didesain untuk perangkat berlayar sentuh, sehingga untuk urusan "User Experience" tidak terasa kuno seperti Symbian.  Hal ini membuat Samsung memiliki alasan yang kuat ketika dulu meninggalkan Symbian yang dirasa sudah tidak kompetitif lagi.

"Ada kemiripan yang jelas antara Symbian dan bada bagi para pengembang," kata analis Geoff Blaber dari  lembaga konsultan Inggris CCS Insight yang dikutip oleh kantor berita Reuter.

"Bada akan memanfaatkan kematian Symbian sebagai kesempatan untuk menarik pengembang. Dengan Android yang telah mendominasi pengembangan smartphone low-tier, bada akan terlihat sebagai alternatif yang semakin menarik jika dapat mempercepat pergerakan dengan harga yang lebih kompetitif untuk mengisi kekosongan Symbian," kata Blaber.

Samsung saat ini terus bergerak dengan intensif untuk mempromosikan bada diantara pengembang di seluruh dunia. Dan baru-baru ini juga telah diselenggarakan acara bada Developer Day yang pertama kali di tanah kelahiran Nokia di Finlandia.

5 komentar:

Rizky mengatakan...

P I N T E R
:)

Opal mengatakan...

wah bagus nih, smoga pngembang mau mmbuat game ato app yg lbh mantap :)

berita terbaru mengatakan...

thx infox...
semoga lbh berkembang lagi..

Anonim mengatakan...

mantap dah .. go badaerssssss and symbianerssss

ruwhan mengatakan...

sama-sama C++ juga yak... hehe...

Posting Komentar