Minggu, 19 Mei 2013

Kalahkan Sony, Samsung semakin serius di pasar kamera


2012 menjadi tahun terpanas untuk bisnis kamera Samsung. Untuk pertama kalinya Samsung menjadi penjual kamera mirrorless teratas di Korea dengan melampaui saingan lama Sony Jepang, yang masih merupakan nama besar di industri kamera meskipun bisnis elektroniknya saat sedang goyah. Sukses ini membuat ambisi Samsung semakin kuat untuk menjadi vendor teratas di pasar kamera mirrorless global.

Menurut data dari Samsung hari ini, selama tiga bulan terakhir di tahun 2012 mereka berhasil menjual kamera mirrorless terbanyak di Korea dengan pangsa pasar 39,0 persen, diikuti oleh Sony dengan 38,3 persen.

"Selama beberapa tahun terakhir, kami telah sangat konsisten dalam memperluas line-up produk dan bergeser dari kamera kompak low-end sebagai strategi untuk menempatkan lebih banyak fokus pada kamera mirrorless yang lebih menguntungkan. Dan strategi ini tepat adanya," kata Suk Won-ki, seorang juru bicara dari Samsung Electronics.

Dan angka-angka telah menjelaskan semuanya. Selama periode Juli-September tahun lalu, Sony mendominasi pasar kamera mirrorless Korea dengan pangsa pasar 46,5 persen, diikuti oleh Samsung dengan 33,0 persen. Samsung juga terus berada di belakang perusahaan yang berbasis di Tokyo ini pada kuartal kedua 2012.

Menurut pejabat Samsung dan analis pasar di Korea, Samsung mengadopsi strategi yang sama seperti yang mereka lakukan pada produk smartphone mereka dibawah merk Galaxy beberapa tahun yang lalu yang terbukti telah menuai kesuksesan hingga sekarang.

"Penjualan kamera kompak konvensional terus menurun setelah smartphone dan tablet menjadi lebih populer. Banyak orang sekarang lebih memilih membeli kamera digital dengan lensa refleks tunggal [DSLR/Digital single-lens reflex] dan kamera mirrorless dengan lensa yang bisa diganti-ganti [interchangeable lens]," kata juru bicara Samsung itu. "Kami berada diposisi yang lebih baik untuk secara efektif mengembangkan bisnis itu, karena kita memiliki teknologi yang berkualitas, pengaruh yang tak terbantahkan di bidang manufaktur dan brand awareness perusahaan yang solid."

Kamera mirrorless mengacu pada kamera yang tidak dilengkapi dengan cermin refleks seperti yang digunakan dalam lensa tunggal (SLR/single-lens reflex) untuk membangkitkan pencitraan melalui lensa ke jendela bidik. Dalam kebanyakan kasus, body dari kamera mirrorless bisa setipis kamera kompak. Sensor kamera yang telah didesain ulang ini kemudian dipasangkan dengan sistem interchangeable lens, yang memungkinkan vendor untuk menyebarkan lensa kaca dengan kualitas yang lebih tinggi.

Manajemen puncak di Samsung telah mengandalkan bisnis kamera sebagai salah satu 'sapi perahan' berikutnya. Mereka mengandalkan status sebagai produsen perangkat mobile dan TV paling top di dunia, serta juga pemasok chip memori dan layar datar terbesar di dunia.

Samsung telah lama menjadi underdog dalam industri kamera. Mereka memulai bisnis ini jauh tertinggal dibandingkan "trio produsen kamera" asal Jepang - Sony, Canon dan Nikon - yang telah selama bertahun-tahun mendominasi pasar. "Kami adalah penantang. Tapi kami ingin menjadi game changer," kata Suk Won-ki, yang menekankan bahwa mereka akan mengurangi ketergantungan pada penjualan kamera 'point-and-shoot' dengan beralih ke kamera mirrorless yang menawarkan kesempatan lebih besar untuk mengeksplorasi pasar.

Samsung bertujuan untuk menjadi vendor kamera mirrorless teratas secara global pada tahun 2015, dengan tujuan mengendalikan lebih dari 25 persen dari pangsa pasar global. Untuk itu mereka sudah mengkonversi lini manufaktur kamera kompak di pabrik kamera utama di China untuk memproduksi lebih banyak model mirrorless.

Kamera mirrorless Samsung saat ini memiliki beberapa fitur cerdas, sehingga dimasukkan pada kategori Smart Camera. Sebuah smartphone Samsung dapat berbagi foto dan video dengan Samsung Smart TV, sedangkan kamera mirrorless Samsung juga telah diaktifkan untuk bisa menggunakan konektivitas nirkabel seperti pada smartphone.

"Lini produk tersebut membantu mengamankan sumber pendapatan yang solid buat perusahaan. Smart Camera memiliki basis pelanggan yang sudah cukup besar untuk memimpin perubahan juga," kata seorang pejabat Samsung.

Berkenaan dengan penjualan yang kuat dari Smart Camera model NX300 terbaru yang berbasis teknologi mirrorless, juru bicara Samsung mengatakan, "Kami yakin model ini akan membantu Samsung menulis ulang sejarah bisnis kamera."


Smart Camera NX300 yang menggunakan sistem operasi (OS) TIZEN diluncurkan pada bulan Maret di Korea Selatan, dan sejauh ini sudah lebih dari 10.000 unit telah terjual di pasar lokal, belum terhitung pasar diluar Korea. "Kami berharap jumlah permintaan untuk kamera mirrorless di Korea mencapai 300.000 unit. Kami akan agresif dalam pemasaran dan konsisten dalam diversifikasi model," kata Suk Won-ki.

NX300 adalah produk flagship (unggulan) Samsung untuk kategori Smart Camera dan kamera mirrorless. Smart Camera ini memiliki sistem auto-focus hybrid baru dan desain permukaan yang sangat ramping bergaya retro. NX300 sejauh ini telah menerima ulasan yang positif dari berbagai situs teknologi dan media publikasi berpengaruh di luar negeri.

"Ini bukan sesuatu yang mengejutkan untuk melihat Samsung berada diatas Sony untuk kamera mirrorless, secara global. Samsung sekarang adalah pemasok smartphone paling top," kata Kim Il-tae, seorang manajer senior pendanaan pada Taurus Investment, manager pendanaan lokal terkemuka di Korea. "Seperti yang telah dilakukan oleh Samsung sekarang di pasar smartphone, mereka juga dapat membuat kamera mirrorless sebagai item yang wajib dimiliki untuk orang-orang di seluruh dunia."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar