Jumat, 26 April 2013

Samsung berburu memori mobile


Samsung Electronics telah menghabiskan sekitar $24 miliar atau sekitar 233 triliun rupiah pada dua tahun terakhir, semuanya digunakan oleh produsen chip memori terbesar di dunia itu untuk memenuhi permintaan pasar. Namun itu belum cukup, bahkan untuk mencukupi kebutuhan sendiri sekalipun.

Penjualan perangkat komputasi mobile seperti smartphone dan tablet yang terus meningkat pesat telah membuat Samsung Electronics selain menjadi produsen chip memori terbesar juga menjadi konsumen chip memori terbesar di dunia. Dalam hal ini presiden Samsung Mobile Shin Jong-kyun mengakui bahwa untuk pertama kalinya perusahaannya yang telah membuat lebih dari setengah chip DRAM mobile dunia akan membeli chip memori tambahan dari SK Hynix, produsen chip memori terbesar kedua dunia yang juga berbasis di Korea.

Keterbatasan pasokan tidak hanya menimbulkan masalah bagi Samsung, yang merupakan produsen smartphone terbesar di dunia. Namun juga diperlukan dalam handset dan komputer tablet buatan Apple, Nokia, HTC dan vendor lainnya untuk fungsi dalam memainkan video dan multitasking untuk menyimpan musik dan foto-foto.

"Tidak hanya chip DRAM, tetapi semua chip memori untuk perangkat mobile menunjukkan tanda-tanda kelangkaan," kata Kim Sung-in, analis dari Kiwoom Securities, yang merekomendasikan untuk membeli saham baik milik Samsung maupun SK Hynix karena alasan ini. "Konsumen chip terbesar dari Samsung adalah mereka sendiri dan semua ini hanya akan teratasi melalui pendekatan pada kuartal ketiga nanti, yang biasanya menjadi waktu terkuat untuk tiap tahunnya."

Semester kedua tahun ini adalah ketika Samsung meengharapkan untuk bisa merilis smartphone pertama yang menggunakan sistem operasi TIZEN dan versi terbaru dari Galaxy NOTE. Masa ini juga ketika Apple biasanya akan merilis rincian dari handset baru mereka.

Meningkatnya permintaan untuk chip mobile diikuti dengan melimpahnya produksi memori jenis DRAM yang digunakan dalam PC membuat harga terus merosot, mendorong beberapa produsen memori menuju jurang kebangkrutan.

Berdasarkan analisa dari data perusahaan masing-masing, SK Hynix, Micron, Nanya Technology, Powerchip Technology dan pesaing Samsung lainnya total telah kehilangan pendapatan sebesar $21 milyar selama periode 2008-2012. Beberapa pprodusen memori asal Taiwan telah menghentikan bisnisnya, sementara Elpida Memory yang berbasis di Tokyo, Jepang, berusaha mencari perlindungan dari kreditur sebelum akhirnya dibeli Micron Technology yang berbasis di Boise, Idaho, Amerika Serikat.

Harga chip telah pulih setelah beberapa pemasok termasuk Micron terus menjaga pasokan DRAM dengan stabil. Tahun lalu, Toshiba, produsen memori NAND flash terbesar kedua di dunia, mengatakan akan mengurangi produksi sebesar 30 persen.

"Pasokan DRAM mobile mulai melambat sejak kuartal ketiga tahun lalu setelah banyak pemain di industri ini telah memotong sebagian besar dari investasi mereka," kata Byun Han-joon, seorang analis di KB Investment & Securities. "Ada kemungkinan bahwa permintaan untuk chip mobile dapat meningkat lebih cepat daripada yang telah diantisipasi sehingga Samsung sedang mencoba untuk menguatkan persediaan untuk itu."

Apple adalah salah satu pelanggan terbesar dari SK Hynix, dimana produsen iPhone itu berkontribusi sebanyak 9,3 persen dari total penjualan SK Hynix. Data menunjukkan bahwa Apple hanya kalah dari Hon Hai Precision Industry, induk dari Foxconn yang merakit iPhone dan iPad untuk Apple.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg Industries, penjualan smartphone global sendiri naik 34 persen tahun lalu menjadi $294 milyar. "Permintaan chip untuk smartphone tetap kuat karena pasar akan dibanjiri dengan perangkat baru yang keluar," kata Lee Sei-cheol, seorang analis yang berbasis di Seoul Meritz Securities.

Menurut peneliti pasar IHS iSuppli, pada kuartal keempat tahun lalu, Samsung menguasai 51 persen dari pangsa pasar DRAM mobile global, diikuti oleh SK Hynix dengan 25 persen dan Elpida dengan 20 persen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar