Sabtu, 16 Maret 2013

Galaxy S4 sengaja memberi jalan untuk TIZEN?


Jika Anda menonton acara peluncuran Galaxy S4 kemarin, maka terlihat jelas bahwa Samsung membawa lebih banyak inovasi pada software, aplikasi dan layanan ke perangkat andalannya ini daripada spesifikasi atau hardware.

Samsung Hub, Samsung WatchON, Samsung Apps, ChatON, Air View, S Voice, Smart Stay, Air Gesture, dan lainnya pada intinya adalah untuk menggantikan dan menyembunyikan fitur tradisional yang dibawa oleh Android. Ada juga aplikasi S Translator untuk melakukan terjemahan dan interpretasi, navigasi panduan suara melalui S Voice, S Health, Group Play, sinkronisasi dan penyimpanan file lewat Samsung HomeSync dan AllShare Play serta beberapa aksesoris penunjang untuk membuat pengguna Samsung menjadi betah dengan handset mereka, bukan karena Android nya. Secara kasat mata, Samsung ingin mengatakan jika Anda ingin fitur-fitur seperti ini belilah smartphone Samsung, bukan smartphone Android seperti lainnya.

Sejalan dengan strategi ini, kata "Android" bahkan sama sekali tidak diucapkan selama presentasi peluncuran, apalagi Google. Dan dalam siaran pers tertulis, Android hanya disebutkan sekali di bagian spesifikasi yang terletak di bawah.

Strategi ini sebenarnya sudah terlihat sejak kehadiran Galaxy S3 dan Galaxy Note, dan tampaknya sejak saat itu Samsung mulai menggandakan perhatiannya pada software, seperti instruksi dari Chairman dan CEO mereka sejak Google mengakuisisi Motorola tahun lalu. Menjadi seperti Apple yang bisa mengontrol hardware dan software sekaligus dinilai lebih aman buat Samsung untuk masa depannya.

Dan yang menarik dari sudut pandang yang lebih strategis, saat wawancara dan jumpa pers Samsung juga mengatakan kemarin bahwa pihaknya berencana untuk memperkenalkan sebuah smartphone "high-end" yang berjalan pada OS TIZEN di kuartal ketiga tahun ini. Samsung juga berpromosi bahwa smartphone TIZEN ini akan menjadi produk terbaik yang dilengkapi dengan spesifikasi terbaik. Jadi Samsung memanfaatkan momen peluncuran Galaxy S4 yang banyak ditunggu pecinta gadget dan media teknologi untuk mempromosikan TIZEN. Tidak memerlukan tambahan biaya, tapi sangat mengena.


Menurut Aapo Markkanen, Analis Senior dari ABI Research, semua ini adalah pertanda Samsung sedang mencoba untuk untuk menarik diri secara halus dari OS Android untuk satu atau dua tahun lagi. Menghilangkan total semua layanan dan fitur Google pada Android seperti yang dilakukan oleh Amazon akan terlalu berisiko dan terlihat tidak elegan, karena ada kemungkinan Samsung akan dikeluarkan dari Open Handset Alliance oleh Google, yang kemudian akan menempatkan semua perangkat Samsung yang telah disertifikasi sebagai berbasis Android sebelumnya pada kerugian yang serius.

TIZEN akan menerima awal mula yang baik dengan portofolio software dan layanan dari Samsung yang telah terakumulasi sebelumnya selama era Galaxy. Lewat sebuah tembakan ekstra melalui kampanye iklan besar-besaran nantinya dari ekuitas merek Samsung yang telah diakui secara global akan mendorong TIZEN untuk berdiri sejajar dengan sistem operasi lainnya yang sudah populer lebih dulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar