Minggu, 17 Maret 2013

JK Shin, the next Steve Jobs?


Ketika Steve Jobs masih hidup, salah satu tugasnya adalah memperkenalkan produk Apple terbaru. Dan banyak orang yang setuju bahwa retorika saat dia memainkan sandiwara diatas panggung adalah salah satu faktor yang sangat membantu meningkatkan penjualan iPhone maupun iPad.

Untuk Samsung Electronics, tugas itu diemban oleh Shin Jong-kyun atau yang lebih dikenal dengan JK Shin, Co-CEO dan Presiden dari Samsung Electronics untuk divisi IT dan Mobile (IM).

Pekan lalu, JK Shin telah meluncurkan smartphone premium Galaxy S4 di Radio City Music Hall, New York, Amerika Serikat. Pengenalan Galaxy S4 di New York adalah kesengajaan karena selain sebagai pusat smartphone terbesar di dunia, juga merupakan kandang dari Apple sebagai pesaing terberat saat ini. Amerika Serikat pasar terbesar yang sampai saat ini sangat sulit ditaklukkan oleh seri Galaxy S.

Presiden Shin melakukan tugasnya dengan tingkat kepercayaan yang tinggi. Dia tidak membaca dari teks yang sudah disiapkan, dan berbicara secara terbuka kepada penonton, menyampaikan perasaannya kepada mereka.

"Eksekutif Samsung selalu memiliki perasaan malu untuk memperkenalkan produk mereka. Tetapi sekarang adalah transisi untuk menjadi sebuah perusahaan yang didorong oleh pemasaran dari produk dengan rating tertinggi," kata seorang pejabat Samsung yang tidak disebutkan namanya. "Hal ini telah mengalir di dalam organisasi dan Shin berada di barisan terdepan dari tren terbaru."

Pejabat ini juga memuji bahwa Shin sangat mengerti tentang membuat sebuah presentasi yang menarik, dan menambahkan bahwa ia biasanya menghabiskan waktu yang lama untuk mempersiapkan pidatonya untuk sebuah peristiwa penting.

"Shin adalah orang yang sangat antusias. Pada awalnya, dia selalu merasa tegang ketika menjelang presentasi. Sekarang kelihatannya dia telah mampu mengatasi hal ini. Kemampuan presentasinya saat ini merupakan hasil karya yang dia peroleh melalui praktek dan pelajaran yang dilakukannya tanpa henti," kata seorang eksekutif Samsung Electronics.

Samsung mengadakan peluncuran Galaxy S4 dengan gaya teater Broadway, sebuah konsep baru yang sepenuhnya belum pernah digunakan oleh perusahaan manapun. Juga strategi mengadakan peluncuran produk dengan mengambil tempat di berbagai negara dengan menyoroti fitur kunci dari produknya, sangat berbeda jika dibandingkan pengumuman Apple yang melulu didekat kantor pusatnya di California.


"Samsung telah mengambil teknologi dan inovasi ke depan untuk membantu kami mendekati apa yang penting dalam hidup, untuk membantu kita menjalani kehidupan yang lebih kaya, lebih sederhana dan lebih laluasa," kata Presiden Shin dalam acara peluncuran Galaxy S4.

Menurut Shin, Galaxy S4 bukan hanya sekedar ponsel tapi alat komunikasi yang tepat yang mengaburkan perbedaan antara teknologi dan kemanusiaan. Dia mengatakan kalau Samsung telah menjadi merek yang inspirasional.

Sebelumnya selalu ada keraguan bahwa keterampilan komunikasi Samsung dengan masyarakat internasional tidak memiliki kejelasan dan gagal untuk memacu perasaan saat peristiwa peluncuran sebelumnya yang hanya terfokus pada pengumuman tentang perangkat. Tapi Samsung bukanlah perusahaan seperti yang dulu. Sebagai pemasok handset top dunia, kemampuan presentasi dari perwakilan perusahaan semakin hari semakin jauh lebih baik. Shin telah mengambil langkah-langkah bertahap untuk menjelaskan fitur kunci dari Galaxy S4 dan tidak menghabiskan banyak waktu pada spesifikasi hardware dari perangkat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar