Sabtu, 26 Januari 2013

Raih rekor pendapatan 1,8 kuadriliun di 2012, Samsung prediksi tahun ini akan suram


Meskipun berhasil melewati tonggak sejarah dalam hal penjualan dan laba usaha, namun Samsung Electronics memprediksi untuk tahun ini mereka akan mengalami masa suram. Samsung mengatakan penguatan nilai won adalah masalah bersama dengan ekonomi global yang lemah dan persaingan sengit di industri IT.

Dalam pertemuan dengan para investor dan analis kemarin lewat video conference, Samsung menegaskan kembali bahwa mereka berhasil memecahkan rekor kinerja tahun lalu, yang diumumkan melalui laporan panduan awal bulan ini. Samsung mengatakan pendapatan tahun lalu naik 18 persen menjadi 201 triliun won (sekitar 1,8 kuadriliun rupiah), tertinggi sejak perusahaan ini didirikan. Laba usaha juga memecahkan rekor mencapai 29 triliun won (sekitar 260 triliun rupiah), naik 46 persen dari tahun sebelumnya.

Dikatakan bahwa hanya 13 perusahaan di dunia, termasuk Toyota, telah mampu menembus angka penjualan 200 triliun won. Dan belum pernah ada perusahaan IT lainnya mencapai tingkatan itu, baik Apple, Microsoft maupun Google.

Samsung mengatakan dalam tiga bulan terakhir di tahun 2012 pendapatan mereka naik 18 persen menjadi 56 triliun won, sementara keuntungan operasional naik 89 persen menjadi 8,8 triliun won. Unit IT dan Mobile Communication (IM) adalah kontributor terbesar, menghasilkan lebih dari 60 persen dari laba operasional perusahaan. Keuntungan operasional dari divisi IM telah mencapai lebih dari dua kali lipat dari 2,56 triliun won di tahun 2011 menjadi 5,44 triliun won tahun lalu.

Perilisan iPhone 5 dan iPad Mini oleh Apple tidak dapat mengekang dominasi Samsung dari pasar perangkat cerdas. Menurut riset dari Strategy Analytics, Samsung memperkirakan telah menjual 63 juta smartphone dalam tiga bulan terakhir tahun lalu sementara Apple diyakini telah menjual 47,9 juta. Samsung juga telah melebarkan jarak pemisah kepemimpinan mereka terhadap Apple seperti yang diperkirakan dengan keberhasilan mengirim 213 juta smartphone pada tahun 2012, dibandingkan dengan 97 juta pada tahun 2011. Apple diperkirakan hanya bisa mengirimkan 135 juta unit tahun lalu.

Penguasaan Samsung di pasar smartphone kini diperkirakan mencapai 30 persen sementara Apple diyakini 19 persen. Ini merupakan prestasi besar mengingat pangsa pasar Samsung sebelumnya selalu bersaing ketat dengan Apple - di 19,9 persen dan 19 persen - pada tahun 2011.

Namun, masa depan tidak terlalu positif bahkan untuk pembuat smartphone terbesar dunia seperti Samsung.

Samsung kemarin tidak mengungkapkan jumlah persisnya untuk investasi yang akan mereka alokasikan untuk fasilitas baru, termasuk pembaruan lini produksi dan penelitian dan pengembangan (R&D) untuk tahun ini, namun mereka mengindikasikan jumlah tersebut akan sama dengan tahun lalu.

Pada awal 2012, Samsung mengumumkan akan menghabiskan 25 triliun won untuk investasi fasilitas, yang merupakan tingkatan rekor baru. Dari jumlah tersebut, sebesar 13 triliun won akan dihabiskan untuk penelitian dan pengembangan.

Perusahaan mengatakan telah menghabiskan 4,4 triliun won dalam tiga bulan terakhir di tahun 2012, dimana 2 triliun won diantaranya untuk semikonduktor. Samsung menekankan akan membuat keputusan investasi yang fleksibel tahun ini karena risiko dari pasar global tidak menentu tetap tinggi.

"Resesi global terus berlanjut sementara permintaan utama untuk produk IT, termasuk PC, telah jatuh," kata Robert Yi, Eksekutif IR Team di Samsung Electronics, saat video conference kemarin. "Pada saat lingkungan bisnis tidak menentu, kami percaya untuk bisa membuat keputusan yang fleksibel dan hati-hati, terutama pada investasi yang bisa membawa resiko besar."

Nada konservatif ini datang setelah terjadinya penguatan terbaru dari mata uang Korea won telah menjadi risiko utama sebagai negara ekonomi utama termasuk Eropa, Amerika Serikat dan Jepang yang mencoba untuk merangsang ekonomi mereka melalui pelonggaran kredit secara agresif.

Samsung mengatakan kemarin bahwa mereka setidaknya telah menderita kehilangan laba sebesar 360 milyar won pada kuartal keempat karena apresiasi won. Pada kuartal ketiga mereka menderita penurunan sebesar 570 milyar won pada keuntungan yang belum direalisasi tersebut. Samsung memperkirakan bahwa apresiasi won akan merugikan dalam jumlah yang sama sebesar 300 miliar won untuk setahun ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar