Senin, 05 November 2012

Demi konvergensi ekosistem, Samsung siap migrasi platform Smart TV ke TIZEN di 2013?


Setelah menghabiskan lebih dari $250 juta pada pengembangan software, Samsung berencana akan mengungkapkan tampilan baru dari Smart TV yang menggabungkan interface baru yang telah disederhanakan dan layanan streaming baru beserta berbagai konten baru di tahun depan.

"Kami menyadari bahwa konsumen ingin kesederhanaan dan kemudahan dalam menggunakan aplikasi di TV dan perangkat mobile melalui penggunaan software yang cerdas. Kita sudah memiliki hardware yang sangat baik sekarang dan kita merencanakan akan meluncurkan produk baru dengan kemampuan software yang bisa menempatkan produk kami ke tingkatan yang baru," kata sebuah sumber dari Samsung Electronics.

Saat ini, Samsung Smart TV 2012 menggunakan platform Samsung OS 3.0 berbasis Linux dengan SDK yang didasarkan pada HTML5 dan JavaScript untuk memudahkan pengembang membuat aplikasi konvergensi untuk lingkungan Smart TV. SDK juga menawarkan perbaikan "Open Convergence Interface" yang mendukung penggunaan perangkat HID seperti mouse USB, keyboard dan game controller/gamepad di aplikasi, serta streaming yang adaptif sesuai dengan standar industri saat ini yang memungkinkan untuk menonton konten media on-demand maupun tayangan live melalui aplikasi secara komplit.


Samsung telah merilis tiga game konvergensi, yaitu Monopoly, TVNORI, and AIR FORCE, yang masing-masing dapat dinikmati dengan menghubungkan smartphone dengan Smart TV. Fitur yang paling menonjol dari game-game ini adalah memungkinkan pengguna untuk mengontrol game melalui smartphone, dan bermain bersama dengan teman-teman di televisi tunggal melalui smartphone masing-masing.

Di awal Oktober yang lalu, tim Samsung Smart TV telah merilis Smart TV SDK 4.0 Beta. SDK 4.0 untuk versi Beta ini adalah rilis pertama untuk platform Smart TV 2013. Dimulai dengan SDK 4.0 Beta, Eclipse IDE akan menjadi satu-satunya IDE untuk pengembangan Smart TV. Perubahan ini membuat SDK untuk Smart TV 2013 akan memiliki kesamaan dengan SDK yang dibuat untuk TIZEN, yaitu berbasis Eclipse sebagai IDE (Integrated Development Environment) untuk pengembangan aplikasi web.

Eclipse adalah sebuah IDE untuk pengembangan software dan dapat dijalankan di semua platform (multi-platform). Eclipse pada saat ini merupakan salah satu IDE favorit dikarenakan gratis dan open source, yang berarti setiap orang boleh melihat kode pemrograman perangkat lunak ini. Selain itu, kelebihan dari Eclipse yang membuatnya populer adalah kemampuannya untuk dapat dikembangkan oleh pengguna dengan komponen yang dinamakan plug-in.


Samsung sendiri memulai pengembangan Linux pada tahun 2003, dengan menggunakan distribusi dari MontaVista. Penggunaan Linux kemudian diperluas selama bertahun-tahun, seperti misalnya untuk peralatan elektronik rumah tangga pada tahun 2005, televisi pada tahun 2006, dan seterusnya. Pada tahun 2007 Samsung bergabung dengan LiMo Foundation dan merilis smartphone pertama dengan OS Samsung Linux Platform (SLP) sebagai bagian dari Linux Mobile (LiMo) pada tahun 2009. OS SLP ini yang kemudian dikembangkan dan berevolusi menjadi TIZEN di tahun 2011.

Pada 2012, semua produk elektronik dari Samsung, mulai dari ponsel dan tablet hingga ke sistem home theater, TV, kamera dan printer, semua didasarkan pada Linux. Untuk itulah kenapa OS TIZEN dikembangkan untuk bisa mendukung semua perangkat elektronik terhubung yang ada, sesuai slogannya "Connecting anything with a screen." Demi alasan konvergensi ekosistem, Samsung ingin dimasa depan semua perangkat elektroniknya bisa menggunakan basis platform software dan SDK yang sama untuk memudahkan pengembangan aplikasi, konten dan layanan.


Saat berlangsungnya CES 2013 yang akan berlangsung pada 8-11 Januari tahun depan di Las Vegas, Samsung berencana akan mengumumkan platform Smart TV yang baru beserta juga dengan OS TIZEN 2.0 Magnolia. Samsung juga akan mengumumkan strategi baru berkaitan dengan semua produk elektroniknya untuk pasar global.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar