Kamis, 27 September 2012

Samsung siap bersaing dalam industri konten musik dengan Apple, Google dan Amazon


Samsung Electronics yang memiliki kekuatan yang lengkap sebagai produsen hardware, akan fokus pada software dengan membeli penyedia konten mobile untuk bersaing dengan Apple, Google dan Amazon.com dalam pasar musik digital global senilai hampir $9 miliar. Selama ini Samsung telah menjadi pemimpin global dalam industri TV, smartphone, chip dan layar datar - dengan mengandalkan beragam pabrik komponen terbaik untuk perangkat elektronik onsumen yang mereka miliki - tetapi software masih tetap menjadi titik lemah.

"Pesan yang kami dapatkan dari atas adalah untuk meningkatkan kemampuan software, dan lebih baik membeli daripada membangun [sendiri], jika memang diperlukan," kata Kang Tae-jin, wakil presiden senior dari Samsung Media Solution Center, dalam sebuah wawancara dengan Reuters. "Fokus kami pada software terutama ditujukan untuk mendorong penjualan hardware, daripada untuk menghasilkan uang. Kami memiliki berbagai macam handset di banyak negara, dan, untuk lebih memasarkan produk kami, kami pikir lebih baik untuk memulai bisnis software kita sendiri."

Potensi peluncuran Apple untuk layanan musik online streaming mendorong pesaingnya untuk melawan pembuat iPod, yang dirintis dan masih memimpin dalam pasar musik digital. Sukses di pasar mobile saat ini berarti mengintegrasikan produk secara mulus dengan menghubungkan hardware dan software.

Pada bulan Mei, Samsung membeli layanan musik online mSpot dan telah membangun layanan Music Hub untuk bersaing dengan Android Music Player, Apple iTunes dan Amazon Cloud Player Amazon. Dan Kang mengatakan kalau Samsung siap untuk melakukan pembelian lainnya.

"Kami ingin menumbuhkan Music Hub untuk masuk dalam peringkat empat layanan teratas di dunia dalam waktu tiga tahun baik dari sisi pendapatan dan jumlah pelanggan. Dan untuk mempersingkat waktu, kita siap untuk melakukan akuisisi yang lebih banyak, jika diperlukan," katanya, sambil menambahkan: "Bisnis mobile adalah apa yang telah Samsung lakukan dengan sangat baik, dan sebagai hasilnya kita memiliki kantong yang dalam. Kami sangat serius dalam bisnis konten, seperti yang kita tunjukkan dengan akuisisi mSpot."

"Salah satu keuntungan besar yang kita miliki atas rival kami adalah bahwa Music Hub telah pra-instal dalam produk unggulan kami dan akan tersedia di sekelompok perangkat Samsung lainnya kemudian," kata Kang.

Music Hub menggabungkan semua pilihan utama untuk layanan musik yang tersedia pada platform tunggal - menawarkan pengunduhan digital berbayar seperti iTunes, layanan radio pribadi seperti Pandora, pengunggahan musik ke cloud seperti iTunes Match dan Cloud Player. Pengguna dapat mengakses katalog lebih dari 19 juta lagu - termasuk lagu hit dari Korea "Gangnam Style" yang dinyanyikan oleh PSY dan menduduki puncak tangga lagu di iTunes - dan streming yang mulus ke perangkat mobile. Apple sendiri mengatakan iTunes Store telah memiliki lebih dari 28 juta lagu.

"Amazon, Google dan Apple benar-benar harus memperhatikan layanan radio Music Hub," kata Billboard baru-baru ini. "Apakah layanan ini baik atau tidak, besar atau sama dengan sesuatu seperti Pandora itu benar-benar tidak penting. Yang terpenting adalah bahwa Samsung telah menempatkan produk musik (radio) paling utama dengan produk musik paling tidak utama (download, cloud storage)," katanya.

Tantangan terberat adalah membalikkan persepsi konsumen bahwa Samsung hanya bagus pada hardware, dan menambahkan aplikasi "killer" untuk mengikat konsumen pada perangkat Samsung mereka.

"Pra-instal Music Hub di smartphone Samsung sangatlah kuat, tapi belum cukup," kata Kang, yang menambahkan akan ada promosi yang lebih agresif, termasuk sebulan uji coba gratis dan pemberian album secara cuma-cuma. "Kami memiliki target internal untuk mencapai titik impas dalam software. Tapi, secara umum, penjualan konten tidak akan membuat banyak kontribusi ke barisan bawah. Kami melihat peluang bisnis baru lainnya yang berhubungan dengan konten.

Samsung berencana untuk membuat Music Hub bisa bekerja pada berbagai perangkat konsumen - dari smartphone ke Smart TV dan lemari es - dan untuk akhirnya ingin menghasilkan uang dengan mengaitkannya dengan sebuah platform iklan.

"Kami sedang menyiapkan layanan baru untuk memulai di awal tahun depan. Dengan penawaran ini, orang akan mulai berpikir bahwa Samsung ternyata bagus dalam software juga," kata Kang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar