Kamis, 12 Juli 2012

Cheil produksi polikarbonat untuk produk Samsung Electronics


Cheil Industries telah menggandakan kapasitas untuk memproduksi polikarbonat menjadi 160.000 ton per tahun setelah menyelesaikan pembangunan pabrik kedua di Yeosu, Jeolla Selatan pada tanggal 10 Juli kemarin. Polikarbonat adalah bahan plastik yang banyak digunakan dalam produksi mobil, ponsel dan laptop, termasuk juga digunakan di bagian casing luar dari berbagai smartphone baru seperti Nokia Lumia 900, HTC One X dan Samsung Galaxy SIII.

Tiga bersaudara,dari kiri ke kanan: Lee Jae-yong (Samsung Electronics),
Lee Boo-jin (Hotel Shilla dan Samsung Everland),
dan Lee Seo-hyun (Cheil Industries)
Wakil Presiden Cheil Industries Lee Seo-hyun menghadiri upacara peresmian pabrik baru ini. Lee Seo-hyun adalah adik perempuan dari Chief Operating Officer (COO) Samsung Electronics Lee Jae-yong dan putri dari Chairman Samsung Lee Kun-hee. Cheil Industries adalah anak perusahaan dari Samsung Group, seperti halnya juga Samsung Electronics.

Juru bicara dari Cheil mengatakan bahwa insinyur perusahaannya telah bekerja dengan Samsung Electronics mulai dari tahap perencanaan produk untuk menghasilkan bahan petrokimia tipis namun tahan goncangan. Polikarbonat sendiri adalah suatu kelompok polimer termoplastik, yang mudah dibentuk dengan menggunakan panas. Plastik ini memiliki banyak keunggulan, yaitu ketahanan termal dibandingkan dengan plastik jenis lain, tahan terhadap benturan, dan sangat bening. Polikarbonat disebut demikian karena plastik ini terdiri dari polimer dengan gugus karbonat dalam rantai molekuler yang panjang.

Setelah sebelumnya lebih dikenal sebagai rumah mode kreatif dengan merek kasual Bean Pole dan desainer label Kuho, Cheil mendiversifikasi portofolio produknya dengan memasukkan bahan kimia pada akhir 1980-an. Dengan demikian perusahaan ini sudah diatur untuk memperkuat bisnis rekayasa plastik di masa depan.

"Pasar petrokimia global semakin kompetitif setelah perusahaan Timur Tengah terus berkembang dengan pesat dan pasar China juga terus meningkat," kata Park Jong-woo, CEO dari Cheil Industries saat upacara peresmian.

"Jadi penyelesaian pabrik baru ini akan membantu kami memperluas [posisi kita] sebagai pemain global di pasar sebagai nilai tambah, rekayasa plastik."

Penjualan di segmen ini telah meningkat dua kali lipat tahun lalu mulai dari 2007, dan perusahaan ingin mereka untuk membentuk seperempat dari total penjualan di divisi kimia dalam waktu dekat. Divisi ini ditandai dengan penjualan sebesar 2,4 triliun won (sekitar 20 triliun rupiah) tahun lalu, membuat 43,3 persen dari total penjualan perusahaan tahun lalu yang sebesar 5,6 triliun won.

Cheil Industries tahun lalu menyelesaikan pabrik plastik rekayasa di Hungaria dalam upaya untuk memasok bahan petrokimia ke Eropa.

1 komentar:

Posting Komentar