Rabu, 27 Juni 2012

Samsung ekspansi layanan konten multimedia untuk bersaing dengan Apple dan Google


Berdasarkan pada kedudukannya yang mulai diperhitungkan di industri IT dan perangkat cerdas, Samsung Electronics ingin bergabung dalam medan perang dengan bersaing secara langsung dengan Apple dan Google. Tindakan ini sebagai sinyal untuk segera bisa bertarung secara mandiri setelah kerja sama mereka yang dinilai mulai rapuh oleh berbagai masalah di masa lalu dan sekarang.

Sebagai permulaan, Samsung akan mengambil inisiatif dalam layanan konten multimedia mobile yang tergabung dalam media hub. Dan baru-baru ini Samsung meluncurkan Video Hub, sebuah layanan konten video yang menyediakan sekitar 500 film dan program TV. Dengan demikian, Samsung telah menambahkan layanan video untuk koleksi konten yang sudah ada saat ini dalam media hub, yaitu pendidikan (Learning Hub), game (Game Hub), buku/ebook (Readers Hub) dan musik (Music Hub).

Musik Hub, sebuah layanan yang berbasis layanan teknologi mSpot (penyedia layanan konten mobile terkemuka yang baru saja diakuisisi oleh Samsung), telah diresmikan di Inggris pada akhir Mei yang lalu. Music Hub akan tersedia secara bertahap di tiap negara karena diperlukan negosiasi hak cipta untuk masing-masing negara. Begitu juga dengan layanan Video Hub.

Dengan adanya semua layanan konten multimedia yang baru ini, Samsung akan memiliki kontrol penuh untuk semua konten multimedia mobile yang mencakup pendidikan, game, buku/majalah, film dan musik. Samsung berharap semua layanan ini akan bisa secepatnya membuat mereka mandiri sepenuhnya, tidak hanya dari sisi hardware tapi juga software.

Ekspansi agresif dari Samsung bermula dari "sense of crisis" yang tidak bisa hanya duduk diam dan menonton Apple dan Google terus mengambil kepemimpinan di pasar mobile. Samsung Electronics naik ke puncak secara cepat di bisnis perangkat mobile global dengan strategi "fast follower", terutama lewat perangkat Android mereka. Meskipun begitu untuk saat ini masih tertinggal dalam industri perangkat mobile, terutama disebabkan oleh kelemahan software mereka.

Dan tujuan utama Samsung sekarang adalah untuk mengalahkan kedua raksasa itu tidak hanya sebagai produsen handset tetapi juga penyedia layanan dan konten mobile. Dan ini sesuai dengan instruksi CEO baru Samsung, Kwon Oh-hyun, untuk memperkuat daya saing software yang bisa menetapkan kepemimpinan di masa depan. Dengan terus bergantung pada software dan layanan konten milik perusahaan lain, Samsung memang tidak akan pernah memimpin di industri mobile.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar