Minggu, 10 Juni 2012

Samsung dirikan pabrik prosesor baru di Hwaseong


Samsung Electronics pada tanggal 7 Juni yang lalu mengumumkan rencana untuk membangun jalur fabrikasi baru di Hwaseong, provinsi Gyeonggi, Korea Selatan, untuk memenuhi tuntutan yang berkembang untuk chip semikonduktor, khususnya prosesor mobile. Samsung akan menginvestasikan 2,25 triliun won untuk pabrik baru ini, yang ditargetkan akan selesai pada akhir 2013.

Setelah selesai, pabrik baru ini akan menandai lini sistem semikonduktor ketiga Samsung di dunia setelah basis sebelumnya di Gi-heung, Provinsi Gyeonggi (S1) dan di Austin, Texas, Amerika Serikat (S2). Pabrik ketiga ini, yang juga dikenal sebagai S3, terutama akan memproduksi prosesor aplikasi (AP) mobile yang sangat canggih untuk generasi Exynos dari wafer 300mm pada teknologi pemrosesan 20nm (nanometer) dan 14nm. Seiring dengan jalur 9 dan 14, yang telah dikonversi menjadi fabrikasi Sistem LSI di awal tahun ini, lini baru ini akan membantu pasokan untuk kebutuhan solusi mobile yang cerdas yang terus berkembang pesat.

Dengan investasi baru ini, serta penambahan jalur 16 di Hwaseong September lalu dan rencana untuk membangun pabrik memori NAND Flash baru di Xian, China, Samsung terlihat ingin menyeimbangkan kecakapan fabrikasi semiconductor global mereka.

"Dengan pembangunan lini fabrikasi Sistem LSI baru kami ini, Samsung akan dapat menanggapi permintaan dari industri IT global dan memperkuat kemampuan kita untuk mendukung keinginan konsumen kami secara lebih jauh," kata Stephen Woo, Presiden dari Samsung Electronics System LSI Business. "Seperti keputusan kami sebelumnya yang mengalihkan jalur 9 dan 14 di lini pabrik non-memori Giheung, pembangunan S3 bertujuan untuk menanggapi permintaan untuk sistem semikonduktor non-memori. Kita mungkin akan masih mengkonversi lini memori lainnya di masa depan, yang semuanya tergantung pada tuntutan pasar".

Menurut perusahaan riset pasar Gartner, permintaan untuk sistem chip semikonduktor untuk digunakan dalam smartphone dan tablet akan tumbuh lebih dari 20 persen dengan rata-rata dari $23,4 milyar pada tahun 2011 menjadi $59,4 miliar pada tahun 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar