Selasa, 21 Februari 2012

Nokia, Qualcomm dan Samsung kuasai paten LTE


Agen konsultasi global Thomson Reuters dan firma validasi paten terbesar di dunia AOP (Article One Partners) dalam sebuah studi bersama hari ini mengumumkan hasilnya dalam sebuah laporan bahwa tiga perusahaan masing-masing Nokia, Qualcomm, dan Samsung Electronics menduduki tempat teratas untuk daya saing paten terkait teknologi LTE. Laporan ini telah mengkaji 3.116 paten LTE yang terdaftar di European Telecommunications Standards Institute (ETSI), dan menganalisis kompatibilitas teknisi baru dengan hak paten yang ada dan nilai paten.

Menurut laporan itu, Qualcomm memenangkan tempat teratas untuk jumlah paten terbanyak (454), diikuti oleh Nokia (396), InterDigital (302), Ericsson (287), dan Samsung Electronics (284).

Untuk pembagian penguasaan paten yang sangat kompetitif dan dinilai "sangat penting" untuk faktor yang terkait dengan kompatibilitas dan potensi paten yang mereka miliki, Nokia menduduki peringkat pertama dengan 18,9 persen diikuti oleh Qualcomm (12,5 persen) dan Samsung (12,2 persen). Sedangkan mereka yang tidak masuk tiga besar termasuk Ericsson (11.6 percent), LG Electronics (7.5 percent), InterDigital (6.7 percent), dan Motorola (6.3 percent).

Tiga perusahaan besar Nokia, Qualcomm, dan Samsung mengambil pangsa pasar yang cukup besar sebanyak 43 persen dari paten yang paling kompetitif, yang mengisyaratkan akan adanya dominasi dari perusahaan-perusahaan ini di pasar paten LTE.

Khusus untuk Samsung Electronics selain menguasai banyak peten terkait teknologi LTE, saat ini juga memimpin pasar dalam penjualan perangkat mobile yang telah didukung oleh teknologi generasi keempat ini selama dua kuartal berturut-turut.

3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA untuk perangkat mobile dan terminal data. Untuk standarisasi dari teknologi ini dikembangkan oleh 3GPP (3rd Generation Partnership Project). Layanan LTE pertama kali dibuka oleh perusahaan TeliaSonera di Stockholm dan Oslo pada tanggal 14 desember 2009. Dengan perangkat mobile dimasa yang akan datang mengarah ke teknologi LTE, maka penguasaan paten tentunya sangat berpengaruh dalam persaingan untuk merebut pasar perangkat mobile berbasis LTE dan segala jaringan maupun konten yang tersedia didalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar