Senin, 28 November 2011

Samsung mengintensifkan investasi dalam bisnis software


Chaebol (istilah konglomerat di Korea Selatan) terbesar Samsung Group telah membuat investasi di beberapa perusahaan sejak Chairman Samsung Electronics Lee Kun-hee memerintahkan eksekutifnya untuk meningkatkan teknologi software. Instruksi dari Chairman Samsung ini datang satu hari setelah Google mengumumkan rencana untuk membeli Motorola Mobility.

Menurut sebuah sumber dari Korea pada hari ini, Samsung Venture, perusahaan penanaman modal dari Samsung Group, telah berpartisipasi dalam mendanai Yume, platform iklan video digital buatan sebuah perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat. Samsung Group diketahui juga telah berinvestasi dalam dua atau tiga perusahaan yang tidak diungkapkan oleh sumber ini, termasuk seorang pendidik pengembang software dalam negeri Korea sendiri.

Perusahaan penanaman modal ini telah mengakuisisi empat persen saham senilai 11,5 milyar won atau sekitar 91 milyar rupiah di Yume dan 10 persen saham senilai tiga miliar won atau sekitar 24 milyar rupiah pada berbagai usaha di Korea. Samsung Venture didirikan pada tahun 1999 dengan afiliasi grup utama hadir sebagai pemegang saham.

Tahun lalu, tidak ada investasi satupun di perusahaan software, tetapi sekarang telah membuat investasi seperti itu di baris utama hanya tiga bulan setelah permintaan khusus Chairman Lee. Samsung Electronics baru-baru ini menempatkan tambahan dana sebesar 400 miliar won atau sekitar 3,2 trilyun rupiah di perusahaan penanaman modal ini.

Sebelumnya, Vice Chairman Samsung Electronics Choi Gee-sung juga mengatakan bahwa perusahaannya akan mempekerjakan lebih banyak ahli software dan profesional berbakat lainnya untuk menopang daya saing, setelah adanya desakan dari Chairman Lee. Samsung rencananya akan meningkatkan porsi tenaga kerja dalam software mobile dan komputer hingga 70 persen dari 50 persen saat ini.

Vice chairman Choi Gee-sung juga menyatakan keyakinannya bahwa perusahaannya akan memimpin dalam industri software global dalam dua tahun. Samsung, yang memiliki sistem operasi mobile sendiri, memilih untuk terus bekerja meningkatkan kemampuan software miliknya secara "lebih keras dari orang pikir diluar."

"Orang-orang menyatakan kekhawatirannya bahwa Samsung tidak bisa memimpin dalam hal industri software, tapi saya ingin memberitahu mereka untuk tidak perlu khawatir. Ini tidak akan lama, yang berarti hasilnya akan bisa dilihat dalam jangka 1-2 tahun," katanya waktu konferensi pers saat pameran teknologi IFA 2011 di Jerman beberapa waktu yang lalu. "Sebelumnya juga ada keraguan berat apakah Samsung bisa melewati Sony Jepang dan bahkan Nokia. Tetapi hasilnya telah menjawab segalanya."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar