Selasa, 18 Oktober 2011

Samsung umumkan kesepakatan dengan Yandex untuk Smart TV dan Smartphone bada

Raksasa pencarian asal Rusia Yandex dan Samsung hari ini telah mengumumkan kemitraan strategis di negara-negara CIS. Samsung Smart TV di negara-negara ini sekarang dilengkapi dengan fitur widget Yandex TV dengan akses ke layanan online Yandex. Pengguna Samsung Smart TV di negara-negara CIS sekarang memiliki Yandex sebagai mesin pencari default dengan halaman depan portal Yandex ditetapkan sebagai situs default. Selain itu, layanan Yandex juga akan tersedia pada smartphone yang menjalankan platform bada 2.0 dalam waktu dekat.

"Ini adalah kemitraan antara dua pemimpin pasar, Samsung dan Yandex, yang akan memberikan manfaat bagi konsumen yang akan mendapatkan keuntungan dari tingkatan baru untuk bantuan layanan dalam perangkat cerdas dari Samsung," kata Sergey Pevnev, Direktur Pemasaran untuk negara-negara CIS di Samsung Electronics. "Aplikasi Yandex untuk Samsung Smart TV dan smartphone bada akan membantu pengguna untuk bisa dengan cepat menemukan dan menerima informasi terbaru dan terus up-to-date dengan berita dan peristiwa terbaru."

Widget untuk Smart TV menawarkan akses ke semua layanan yang tersedia di halaman depan Yandex, termasuk Yandex.Traffic, Yandex.Afisha, Yandex.News dan Yandex.TV. Informasi akan terus diperbarui, seperti nilai tukar mata uang, kondisi jalan, berita atau daftar film yang sekarang dapat dilihat langsung di layar TV, misalnya selama jeda komersial. Semua layanan menawarkan informasi berdasarkan lokasi pengguna dan diadaptasi untuk bisa dilihat dengan nyaman di layar TV.

"Saat komputer menjadi satu-satunya perangkat yang bisa digunakan untuk browsing internet sudah lama berlalu. Layanan web dan aplikasi sekarang sudah tersedia di berbagai perangkat mobile, smartphone dan konsol game. Bersama dengan tim Samsung, kami akan terus untuk mengevaluasi layanan apa yang sesuai untuk setiap perangkat untuk memberikan pengalaman yang optimal bagi pengguna," kata Elena Dobrokhotova, Direktur Pemasaran Operasional di Yandex.

Kesepakatan ini secara tidak langsung telah menunjukkan bahwa tidak hanya Yandex yang sedang berburu untuk membangun sebuah audiens yang lebih besar melalui perangkat non-PC yang terhubung internet, tetapi juga menggarisbawahi strategi dari Samsung untuk memilih menggandeng mitra lokal untuk meningkatkan penawaran, daripada hanya mengandalkan kesepakatan dengan pemain global seperti Google, yang kuat di beberapa bagian dunia tetapi memainkan peran yang kurang menonjol di negara-negara seperti Rusia dan China.

Dan kenyataan di Rusia, pangsa pasar Google telah menderita terhadap pertumbuhan signifikan dari Yandex, seperti halnya Google kalah telak dari Baidu di China. Rusia memiliki sekitar 140 juta penduduk, dimana sekitar 50 juta adalh pengguna internet. Sementara CIS secara keseluruhan memiliki penduduk sekitar 300 juta jiwa.

Hal ini juga menunjukkan bahwa Samsung ingin membawa lebih banyak mitra dalam ekosistem bada miliknya. Dan banyak pengamat yang kini berspekulasi bahwa Samsung memiliki rencana yang lebih besar untuk OS miliknya ini. Mereka percaya Samsung mungkin menempatkan penekanan yang lebih banyak untuk Bada sebagai "jalan keluar" di dunia smartphone, untuk mengurangi ketergantungan pada sistem operasi yang dirancang oleh pihak luar seperti Google dan Microsoft.

Beberapa minggu yang lalu Samsung juga telah mengumumkan kemitraan dengan Intel untuk mengembangkan sebuah platform baru berbasis linux, Tizen, yang bisa berfungsi sebagai jembatan antara bada dan platform mobile yang bersifat open source dengan dukungan banyak vendor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar