Sabtu, 08 Oktober 2011

Pasang surut hubungan Steve Jobs dan Samsung selama 30 tahun


Apple dan Samsung Electronics saat ini memang terlibat dalam perang paten antar satu sama lain di seluruh dunia, tetapi walaupun begitu mereka memiliki hubungan jangka panjang dalam kerjasama dan kompetisi selama 30 tahun terakhir. Para CEO dari dua perusahaan telah memiliki hubungan erat selama bertahun-tahun. Pendiri Samsung Grup Lee Byung-Chull, putranya dan penggantinya Lee Kun-hee, dan cucunya sekaligus sebagai CEO Samsung Electronics Lee Jae-yong sering berbicara dengan co-founder Apple Steve Jobs untuk saling memberi saran atau mengadakan perundingan.

Jobs bertemu keluarga pemilik Samsung untuk pertama kalinya pada bulan November 1983 di kantor pendiri Samsung di Seoul. Pada saat itu, Samsung Electronics memutuskan untuk memperluas bisnis semikonduktor setelah melalui banyak pertimbangan dan mulai membangun pabrik chip di Yongin, Provinsi Gyeonggi, melalui investasi yang besar.

Lee Byung-Chull, yang pada saat itu berusia 70-an tahun, duduk bertatap muka dengan Jobs yang waktu itu masih berusia 28 tahun. Pengusaha muda Amerika itu dengan meyakinkan menjelaskan spesifikasi dari personal computer (PC) Macintosh milik, yang dijadwalkan untuk segera dirilis. Lee Byung-Chull diketahui telah mengatakan kepada para eksekutif Samsung yang ikut rapat, bahwa Jobs adalah "sosok yang dapat bertahan melawan IBM." IBM adalah raksasa untuk produk hardware komputer waktu itu yang nyaris tidak memiliki pesaing berarti.

Pendiri Samsung waktu itu kemudian menyarankan Jobs untuk "mengkonfirmasi apakah bisnisnya bermanfaat bagi kemanusiaan, nilai bakat, dan menekankan untuk bisa hidup berdampingan dengan perusahaan lain."

Pada tahun 1985, Jobs terpaksa terlempar keluar dari Apple, perusahaan yang ia dirikan, karena kegagalan Macintosh. Namun, mata yang tajam dari Lee Byung-Chull untuk sosok Jobs yang sangat berbakat itu pada akhirnya memang menjadi suatu kenyataan. Jobs kembali ke Apple pada tahun 1997 dan Apple tumbuh menjadi sebuah ikon perusahaan yang mampu menyaingi IBM seperti prediksi Lee Byung-Chull dengan memperkenalkan serangkaian perangkat elektronik yang mampu menangkap jiwa konsumennya.

Dengan Apple muncul sebagai salah satu perusahaan yang mendapat pasokan utama dari produk semikonduktor Samsung Electronics, Chairman Samsung Group Lee Kun-hee mengakatakan telah bertemu dengan Jobs beberapa kali, namun tidak ada rincian pertemuan mereka yang telah diungkapkan kepada publik. Jobs memiliki banyak kesamaan dengan Lee Kun-hee. Keduanya suka mencari orang berbakat dengan kemampuan yang nyaris jenius serta kecanduan dengan konten yang berkaitan dengan budaya seperti misalnya film.

CEO Samsung Electronics Lee Jae-yong adalah yang paling sering bertemu dengan Jobs daripada kakek dan ayahnya. Lee Jae-yong bertemu dengan Jos sekali atau dua kali dalam setahun untuk bekerja sama dengan Apple dengan mengunjungi kantor pusat dan berpartisipasi dalam pameran IT internasional serta konferensi antar para CEO.

Sebelum produk Apple yang paling revolusioner iPhone memulai debutnya, Jobs dilaporkan menjelaskan tentang smartphone barunya itu kepada Lee Jae-yong dengan membongkarnya di depannya. Jobs yang sebelumnya menjelaskan tentang versi prototype dari produk PC Apple Macintosh kepada pendiri Samsung, kali ini kembali menjelaskan tentang produk smartphone iPhone terbaru milik perusahaannya untuk cucu yang terakhir 30 tahun kemudian.

Sementara Jobs mempertahankan hubungan pribadi yang mesra dengan tiga generasi dari keluarga pemilik Samsung, Apple telah muncul sebagai klien terbesar Samsung. Sumber industri memperkirakan bahwa Apple akan menyalip Sony sebagai pelanggan terbesar Samsung dengan membeli komponen elektronik yang diproduksi oleh Samsung senilai 7,8 miliar dolar. Sony sendiri diperkirakan membelanjakan uangnya untuk membeli komponen elektronik produksi Samsung senilai 6 miliar dolar.

Kini dengan Apple menuntut Samsung untuk pelanggaran paten pada bulan April kemarin, nampaknya kerja sama bertahun-tahun yang terjalin di antara kedua perusahaan ini bisa dibilang sudah di ambang kehancuran. Ketika Apple merilis iPad 2 pada bulan Maret, Jobs menyebut Samsung sebagai "copycat" untuk produk Galaxy Tab. Dan walaupun perseteruan Samsung - Apple hanya terkait produk Galaxy yang menjalankan platform Android, namun tak urung juga berimbas pada sektor bisnis yang lain.

Sebagai tanggapan, Lee Kun-hee menyatakan penyesalannya atas komentar Jobs pada tanggal 21 April tersebut. "Orang-orang cenderung untuk memukul sebuah paku yang menonjol," kata Lee Kun-hee. "Teknologi dapat diberikan oleh seorang pemimpin atau diterima oleh pengikutnya."

Jadi bagaimana kematian Jobs akan mempengaruhi perang paten antara kedua perusahaan?

Vice Chairman Samsung Electronics Choi Gee-sung mengucapkan belasungkawanya. "Kami menyatakan belasungkawa kami yang terdalam kepada Steve Jobs, yang kita dihormati. Jobs seorang pengusaha berbakat yang mempersembahkan jalan ke depan dan memimpin inovasi untuk industri IT global."

Sementara Samsung menolak memberikan komentar pada implikasi bisnis setelah kematian Jobs untuk menghormati kepada almarhum, pengamat industri mencatat bahwa Samsung telah memiliki kesempatan yang luar biasa untuk mengisi kekosongan Jobs setelah ditinggalkan. Banyak konsultan yang menyarankan agar Samsung secepatnya bisa menghadirkan gadget-gadget yang inovatif dengan pola kepemimpinan yang tepat di pasar.

Sementara di sisi lain, pengamat pasar juga telah mencatat bahwa Apple mungkin harus pindah persneling ke sikap yang lebih akomodatif sekarang, termasuk soal gugatan paten, setelah Samsung membuat kemajuan yang lebih baik dalam pengembangan software dan perangkat cerdas untuk tetap bisa bersaing dengan ketat.

Namun, masih dini untuk memprediksi perubahan signifikan dalam kebijakan Apple, khususnya yang secara pribadi dibentuk oleh Jobs. Sumber Samsung juga telah menunjukkan sikap yang lebih berhati-hati dalam memprediksi masa depan dengan optimis, dengan mengatakan kalau mereka tidak percaya akan melihat sebuah perubahan yang signifikan dari Apple di bawah kepemimpinan CEO Tim Cook yang baru.

Untuk saat ini, perusahaan Korea Selatan ini lebih rajin mengambil tindakan sendiri untuk mencoba lebih maju dari Apple dalam perlombaan software, melalui beberapa aliansi dengan perusahaan seperti Intel dan Microsoft yang melibatkan kesepakatan lisensi dan kesepakatan untuk bersama-sama mengembangkan sistem operasi open-source. Langkah ini secara luas ditafsirkan untuk mengurangi ketergantungan Samsung pada pembuat software luar seperti Google dan mengurangi biaya hukum yang tidak perlu terkait masalah paten.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar