Jumat, 22 Juli 2011

Samsung akan integrasikan perangkat elektronik melalui Samsung Apps dan layanan cloud


Beberapa saat yang lalu kita menyebutkan bahwa Samsung Electronics telah menyiapkan sebuah layanan komputasi awan secara rahasia yang dinamakan S-Cloud (nama sementara yang disebutkan oleh sumber kami). Samsung sudah menguji versi beta dari layanan ini melalui karyawan Samsung SDS dan mereka akan memeriksa stabilitas dari pelaksanaan layanan ini serta pembuatan layanan baru yang dapat dikembangkan sebagai layanan tambahan ketika Samsung nantinya sudah siap dengan rencananya untuk meluncurkan S-Cloud.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa sebagai perusahaan elektronik terbesar di dunia, Samsung sangat ingin untuk bisa mengintegrasikan semua produk elekronik buatannya melalui sebuah layanan yang menghubungkan semuanya. Melalui perhelatan CES 2010 di Las Vegas, Samsung mulai mengutarakan mimpi besarnya untuk membuat sebuah ekosistem “Home Entertainment” lewat konvergensi semua perangkat elektronik buatan Samsung. Konvergensi disini dalam arti bahwa semua perangkat elektronik buatan Samsung seperti TV, Blu-Ray Player, PC/Netbook, Kamera Digital, Printer, Ponsel, Kulkas, dll bisa terhubung dan saling mengontrol satu sama lain. Dalam acara ini juga diumumkan bahwa Samsung Apps akan menjadi toko aplikasi tunggal yang bisa diakses oleh semua perangkat elektronik buatan Samsung (Multi-Device App Store).


Sebagai awalnya, Samsung akan menggunakan sebuah platform software bersama untuk ponsel dan televisi, sehingga diharapkan dengan khalayak yang lebih luas yang bisa diciptakan nantinya bisa menarik lebih banyak pengembang untuk membuat aplikasi bagi produk-produk elektronik buatan Samsung.

Kini, setelah media penyimpanan dan layanan berbasis "cloud" telah benar-benar mengambil peranan dalam beberapa tahun terakhir dengan mengambil manfaat dari penyimpanan offsite yang semakin populer, sepertinya Samsung Elecronics ingin memanfaatkan kesempatan ini juga untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi para pelanggan mereka melalui integrasi berbagai platform hardware buatan mereka mulai dari ponsel ke TV dan bahkan printer.

Strategi dasar di balik S-Cloud hampir sama seperti pada ekosistem Home Entertainment sebelumnya, yaitu untuk menghubungkan setiap perangkat elektronik Samsung yang dimiliki pengguna ke cloud. Mereka awalnya akan memberikan layanan untuk smartphone, tablet, PC, dan TV namun secara bertahap akan memperluas layanan ini untuk mengintegrasikan lebih banyak produk Samsung termasuk printer, kamera, dan peralatan rumah tangga. Rilis awal dari S-Cloud akan menyediakan layanan media penyimpanan melalui cloud, seperti Dropbox, sehingga media dan konten bisa dibagi di seluruh platform. Layanan ini saat ini juga sedang dikembangkan oleh Apple melalui iCloud dan Microsoft melalui SkyDrive.

Sedangkan layanan konten dari S-Cloud awalnya akan tersedia untuk perangkat mobile yang menjalankan platform bada 2.0, TouchWiz 4.0 (Samsung GALAXY S II dan GALAXY Tab 10.1) serta Smart TV, yang meliputi:
  • Social Hub, yang mengintegrasikan layanan messaging dan jejaring sosial (SNS) populer seperti Facebook dan Twitter ke satu tempat, bukan dalam aplikasi terpisah.
  • Reader Hub, yang menyediakan kemampuan untuk mengakses, membaca dan mengunduh koran online, ebook dan majalah melalui banyak pilihan dari perpustakaan di seluruh dunia.
  • Music Hub, yaitu sebuah layanan toko aplikasi untuk mencari, mengunduh, membeli dan memainkan trek musik pada perangkat melalui kerjasama dengan mitra Samsung yang menyediakan layanan jenis ini.
  • Media Hub, yang menyediakan kemampuan untuk mengakses, mengunduh dan menyewa/membeli  beragam pilihan film dan acara TV.
  • Game Hub, yaitu sebuah layanan toko aplikasi untuk mengunduh dan membeli game, baik itu social network game maupun premium game dari para mitra pengembang game yang telah bekerjasama dengan Samsung, termasuk Gameloft untuk menawarkan layanan ini.

Sedangkan untuk memperkuat akses pengalaman layanan berbasis cloud, Samsung akan menyediakan perangkat, jaringan dan teknologi komunikasi berbasis ekosistem 4G (LTE dan WiMAX). Strategi Samsung di era 4G yang meliputi penyediaan hardware, software dan platform melalui Samsung bada dan Samsung Apps diharapkan menjadi perpaduan yang solid untuk pengguna. Pengembang bada akan mendukung program yang menyediakan layanan dukungan teknis di platform bada, baik itu melalui layanan tanya-jawab, terminal ekspansi dan berbagai program sewa, termasuk dukungan untuk mitra akan masuk dalam rencana untuk memperkuat program ini. Kecepatan transfer data 4G akan memenuhi ekspektasi pengguna perangkat mobile dan juga rencana untuk mengembangkan berbagai konten didalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar