Sabtu, 11 Desember 2010

Bagaimana bada akan menjadi Platform Mobile yang besar


Saya mencoba menyerap informasi sebanyak mungkin dari analis marketshare smartphone Tomi Ahonen tentang pandangannya pada kuartal ketiga di pasar smartphone. Ada satu petunjuk kecil yang dia kemukakan: Samsung bada diklaim telah memiliki 1,3 juta pengguna, atau 2 persen dari pasar smartphone di seluruh dunia, selama periode tersebut.

"Ya, itu benar," tulis Ahonen, "4 bulan kehadiran pertama bada sudah atau bahkan lebih sukses dari Android selama empat bulan pertamanya. Ini adalah peluncuran OS mobile baru paling sukses sejak iPhone pertama kali hadir."

Ini mungkin gambaran untuk melebih-lebihkan pertumbuhan cepat bada - 2 persen dan hanya 2 persen - tetapi serapan itu tetaplah sangat mengesankan jika melihat kehadiran platform OS ini yang masih sangat terbatas, hanya di beberapa negara saja di dunia. Bada diluncurkan pada tanggal 1 Juni pada cuma satu handset saja, Samsung S8500 Wave, dan itu sama sekali tanpa dukungan dari operator AS seperti iPhone, Galaxy S, Blackberry atau T-Mobile G1, ponsel pertama Android. Ini adalah faktor yang tentunya menghambat pertumbuhan bada sejauh ini, tapi tetap saja bada bisa menunjukkan perubahan yang sangat cepat. Saya pikir baada bisa terus mengambil momentum dan menjadi pemain utama dalam pasar ponsel di seluruh dunia karena beberapa faktor kunci berikut:

Samsung memiliki pasar global yang sangat besar. Menurut Ahonen, perusahaan Korea ini adalah produsen handset terbesar kedua di dunia, dan produsen smartphone terbesar keempat saat ini di dunia, dengan menjual 7,9 juta unit smartphone pada kuartal ketiga 2010. Hal ini menempatkan mereka diatas HTC, Sony Ericsson, Motorola dan LG. Dan sementara Samsung membuat smartphone untuk beberapa platform - termasuk Android dan Windows phone 7 - itu adalah cara mereka untuk mempopulerkan diri dan belajar sebanyak mungkin untuk suatu hari lebih fokus pada ponsel bada ketika platform ini telah mendapatkan momentum yang diharapkan.

Ada banyak ruang untuk berkompetisi. Pasar smartphone semakin berkembang pesat, untuk lebih memastikan, mari kita lihat platform smartphone yang yang mengklaim pangsa pasarnya lebih besar dari bada. Sementara dan Apple iOS dan Android berkembang pesat, Windows Mobile (3 persen) telah ditinggalkan oleh Microsoft, BlackBerry OS (16 persen) yang sudah mulai menua mulai kehilangan pasarnya secara perlahan dan Symbian (36 persen) masih terbayang tahun-tahun keemasannya di era N95 dan tidak menyadari bahwa platform mereka yang merosot paling cepat. Jadi dalam waktu dekat, banyak pengguna akan belanja untuk handset baru yang menjalankan platform yang lain. Sementara itu, satu-satunya platform smartphone baru yang bisa mengancam kemapanan adalah Windows Phone 7, meskipun saat ini terasa masih adem ayem saja.

Android akan menjadi semakin terfragmentasi. Seperti yang ditulis oleh analis Ryan Kim, sepertinya kita segera akan hidup di dunia Android. Tetapi sebagai pencipta game populer Angry Birds ini mencatat pekan lalu, perbedaan antara perangkat high-end Android dengan perangkat android yang lebih lama (atau lebih murah) bisa memaksa pengembang aplikasi untuk membuat aplikasi secara terpisah, versi ringan dari aplikasi-aplikasi mereka untuk smartphone yang bertenaga lebih lemah. Dan seperti tulisan Jonathan Goldberg dari Deutsche Bank dalam sebuah catatan penelitian minggu lalu, "Android sudah mencapai momentum yang cukup saat ini, fragmentasi tampaknya tidak banyak mempengaruhinya dari dalam sejauh ini, tapi kami pikir itu akan meninggalkan banyak ruang terbuka untuk sistem operasi yang menargetkan pengguna yang ingin pengalaman pengguna yang konsisten. "

Pengembang besar berada didalamnya. Bada sudah memiliki dukungan dari pengembang utama seperti EA, Capcom dan Gameloft, dan baru-baru ini Samsung merilis versi 1.2 dari software development kit (SDK) yang membuktikan adanya konsistensi yang serius dalam mengembangkan bada. Belum lagi Samsung berharap untuk memacu pembangunan dengan memberikan bonus $2,7 juta sebagai hadiah dalam bada Developers Challenge dengan mengadakan bada developer day di beberapa negara untuk menjaring pengembang aplikasi lokal. Dan semuanya dalam rangka untuk memperkaya khasanah aplikasi bada di toko aplikasi samsung Apps.

Samsung jelas memiliki beberapa tantangan serius untuk diatasi jika ingin bada bisa menerobos pasar dan menjadi platform smartphone yang besar. Mereka harus bekerja sama dengan operator, yang masih memegang kunci peranan untuk pergerakan handset dari produsen smartphone. Harus rela menghabiskan sejumlah besar dana untuk pemasaran bada kepada pengguna yang sudah kewalahan dengan berbagai pilihan smartphone di pasaran. Dan harus memiliki keunikan dan fitur baru yang jelas yang bisa dijual dalam setiap iterasi baru dari OS. Yang paling penting, Samsung harus terus menarik para pengembang yang telah menjadi "kingmakers" dari dunia mobile. Jika Samsung bisa menyelesaikan semua tugas itu, kita bisa melihat bada akan masuk ke dalam tingkat atas sistem operasi mobile. Pengembang aplikasi mobile harus mencatat hal ini.

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar