Sabtu, 16 Februari 2013

Strategi Samsung dibalik feature phone terbaru seri REX


Samsung Electronics pada 14 Februari kemarin meluncurkan lineup feature phone baru lewat seri "REX" di New Delhi, India, untuk memperkuat pengaruhnya di pasar negara berkembang. Keempat model baru yang dihadirkan adalah REX 90, REX 80, REX 70, dan REX 60 dengan spesifikasi layar sentuh dari 2,8-inci sampai 3,5-inci dan kamera dari 1,3-inci sampai 3,2-inci.

"Sebagai pemimpin nomor satu dalam perangkat mobile dan inovator, kami berkomitmen untuk mengembangkan solusi mobile terbaik untuk memenuhi semua gaya hidup dan budget, itulah sebabnya kami sangat bersemangat untuk memulai seri REX di sejumlah pasar negara berkembang yang tercepat di dunia," kata JK Shin, Presiden dan Kepala Mobile Communications & IT Division di Samsung Electronics. "Perangkat REX dirancang untuk secara mulus memprioritaskan dan mengkonsolidasikan fungsi ponsel esensial yang paling penting bagi konsumen di pasar yang berbeda. Hasilnya adalah sebuah pengalaman mobile end-to-end yang luar biasa dengan 'value for money' terbaik."

Ponsel touchscreen seri REX telah disesuaikan untuk memberikan pengguna akses ke berbagai fitur unik yang telah dikembangkan untuk meningkatkan kebutuhan dan gaya hidup sehari-hari mereka dengan harga yang terjangkau. Strategi ini bukan yang pertama kali, karena sebelumnya Samsung pernah menerapkannya pada feature phone seri Star, Corby dan smartphone bada low-end seperti Wave Family (Wave 525, 533, 575, 723, 578, Wave Y dan Wave M).

Walaupun perangkat REX ini tidak memiliki sistem operasi yang spesifik seperti misalnya Android atau bada, namun pengguna bisa mengunduh aplikasi dan game dari toko aplikasi Samsung Apps, tema dan widget untuk TouchWiz UI, browsing internet melalui Opera Mini dan layanan messaging lewat ChatOn. Samsung mengatakan pihaknya berencana untuk memperluas pemasaran ke Rusia, Afrika dan Amerika Selatan, tanpa menjelaskan jadwal tepatnya.


Seri REX datang setelah produsen ponsel global mulai mengalihkan fokus mereka untuk segmen low-end di tengah kompetisi di pasar yang berkembang seperti China, India, Rusia, Asia Tenggara, Afrika dan Amerika Selatan, dan dilain pihak pasar smartphone high end di negara maju sudah mulai jenuh.

Nokia sebelumnya telah memperkenalkan seri Asha yang cukup sukses, sementara LG Electronics telah meluncurkan seri L untuk pasar generasi ketiga. Kesuksesan seri Asha Nokia ini setidaknya telah meyelamatkan pasar global mereka untuk sementara yang terus digerus oleh Samsung dan Apple untuk segmen smarphone. Pasar global untuk feature phone dan smartphone low-end diperkirakan akan mencapai 653 juta unit tahun ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar