Rabu, 14 November 2012

Samsung Display naikkan investasi OLED, pangkas investasi LCD


Samsung Display, unit pengembangan dan produksi layar milik Samsung Group, telah memutuskan untuk berinvestasi hingga 2 triliun won atau sekitar 18 triliun rupiah dalam rangka untuk meningkatkan produksi dari layar organic light-emitting diode (OLED). Menurut pejabat Samsung terkait, keputusan ini terutama ditujukan untuk menanggapi secara aktif ledakan permintaan untuk layar yang lebih cerah.

Untuk itu, Samsung Display tidak akan membangun pabrik baru tapi memperluas tempat untuk memproduksi layar OLED dengan ukuran kecil dan menengah di pabrik yang ada di ibukota propinsi Asan, Propinsi Chungcheong Selatan.

Meskipun penurunan permintaan untuk perangkat elektronik seperti televisi dan peralatan rumah tangga di tengah resesi berkepanjangan di Eropa dan pemulihan ekonomi yang melemah di Amerika Serikat, unit Samsung Display telah menerima pesanan layar yang terus bertambah dari Samsung Electronics.

"Samsung Display akan berinvestasi sebanyak 2 triliun won untuk produksi layar OLED yang lebih banyak untuk mendorong maju rencana untuk memulai produksi massal layar yang menggunakan plastik bukan kaca, sebuah langkah yang akan membuat perangkat mobile lebih ringan, fleksibel dan tidak bisa dipecahkan," kata seorang pejabat Samsung, yang akrab dengan masalah tersebut kepada The Korea Times. "Investasi ini akan selesai pada akhir semester pertama tahun depan," tambah pejabat tersebut.

"Kami sedang dalam pembicaraan dengan Samsung Display untuk penetapan harga peralatan yang diperlukan dan rincian peralatan dengan jaminan lisan dari Samsung," kata seorang eksekutif dari salah satu pemasok komponen untuk Samsung Display.

Ruang yang akan diperluas dengan investasi baru dikenal sebagai A2 Extension (A2E). Saat ini, line A2 mampu menghasilkan 75.000 lembar OLED per bulan. Pejabat dari Samsung dan perusahaan pemasok komponen mengisyaratkan bahwa perusahaan mereka bertujuan untuk meningkatkan jumlah lembar OLED bulanan lebih dari 100.000 setelah investasi selesai. "Line A2 akan mulai aktif di paruh pertama tahun 2013," kata eksekutif ini.

Semua smartphone Samsung dan tablet yang menggunakan layar OLED disediakan oleh Samsung Display. Dan Samsung Electronics tetap berencana untuk menggunakan layar OLED untuk model yang akan datang.

Di lain pihak, Samsung berencana untuk memangkas investasi untuk LCD. Manajemen puncak telah mencapai konsensus yang luas untuk mengalokasikan dana anggaran yang lebih untuk OLED sebesar 40 persen tahun depan dibandingkan tahun ini. Juru bicara Samsung Display Kim Ho-jeong menolak berkomentar tentang hal ini.


Dari investasi 2 triliun won ini, unit Samsung Display berencana untuk menempatkan hingga 300 miliar won untuk memperkuat segmen layar fleksibel. "Dari anggaran 2 triliun won, kira-kira 300 milyar won akan digunakan untuk layar fleksibel," kata seorang pejabat dari pemasok komponen lainnya untuk Samsung.

Samsung mengharapkan bisa menghadirkan produk dengan layar fleksibel yang sebenarnya -bukan prototype - pada paruh kedua tahun depan. OLED secara umum lebih tipis daripada LCD konvensional dan OLED dapat diletakkan pada bahan fleksibel seperti plastik atau logam foil. Dengan menggunakan plastik bukan kaca, mereka dapat membuat layar lebih ringan dan lebih tahan lama.

Sebelumnya Samsung gagal memasarkan layar fleksibel karena hambatan teknologi yang signifikan untuk produksi massal. Kini demi menjaga tetap selangkah di depan pesaingnya dalam hal teknologi hardware, Samsung dipaksa untuk segera menghadirkan layar fleksibel untuk produk mereka mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar