Senin, 30 Juli 2012

Bagaimana Samsung SDI merubah model bisnis layarnya menjadi produsen baterai untuk perangkat mobile

Dua insinyur sedang bekerja di pabrik Samsung SDI di Cheonan, Propinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan yang didedikasikan untuk memproduksi baterai lithium ion berukuran kecil yang digunakan pada smartphone dan perangkat mobile lainnya

Secara historis, Samsung SDI telah berada di pusat bisnis layar Korea selama empat puluh tahun terakhir. SDI memulai dan memperluas bisnis dari tabung vakum/gambar katoda ray hingga saat ini menjadi produsen layar TV LCD, PDP, dan AMOLED terkemuka. Selain itu, Samsung SDI mempelopori pengembangan dan penelitian untuk bisnis di pasar layar ketika Korea waktu itu masih tertinggal dalam sumber daya, infrastruktur, dan inovasi teknologi di industri elektronik.

Sejak tahun 2000, Samsung SDI mulai mengembangkan teknologi baterai lithium ion (LIB) sebagai divisi usaha baru mereka dan melalui kerja keras dan tekad yang pantang menyerah, berhasil mencapai posisi No.1 di dunia dalam waktu yang sangat singkat. Menurut data dari Institut Teknologi Informasi yang berbasisi di Tokyo, Samsung SDI berhasil menyalip unit elektrik Panasonic Sanyo sebagai pembuat baterai yang dapat diisi ulang pada tahun 2010, dan terus memperlebar jarak dengan menguasai sampai 26,8 persen pangsa pasar setelah menjual 100 juta unit per bulan, diikuti oleh pesaing dari Jepang dengan 19,4 persen, pada akhir kuartal pertama tahun ini.

Samsung SDI sekarang juga menjadi pemasok utama untuk baterai kecil untuk perangkat mobile, dimana baterai lithium-ion buatannya saat ini digunakan tidak hanya digunakan oleh smartphone dari Samsung Electronics, tapi juga Apple iPhone, iPad dan perangkat mobile internet dari vendor lainnya. Samsung SDI mengalami penjualan baterai terbesar per-kuartal yang belum pernah terjadi sebelumnya antara April dan Juni kemarin.

"Pasar untuk apa yang kita sebut produk 'battery-intensive' telah berkembang dengan konsisten. Ketika kita berbicara tentang elektronik dan perangkat 'smart', akan selalu ada beberapa pertimbangan siklus naik dan turun, tapi baterai tampaknya menjadi sektor yang bisa mempertahankan posisinya sendiri dalam kondisi apapun," kata juru bicara Samsung SDI Seo Hae-su ketika ditanya tentang bisnis baterai di saat krisis ekonomi yang sekarang melanda dunia barat, khususnya Eropa dan Amerika. "Kami memiliki kapasitas produksi untuk memenuhi kenaikan permintaan. Dalam paruh kedua tahun ini, kita akan memiliki baterai yang diproduksi di sebuah pabrik di Malaysia, yang awalnya dibangun untuk membuat cathode ray tubes (CRT)."

Pada kuartal kedua, Samsung SDI melaporkan pendapatan 1,47 triliun won, meningkat 9,5 persen dari tahun lalu, sementara laba bersih melonjak sebesar 22 persen mencapai 105 milyar won pada periode yang sama.

Dan akhirnya bisnis LIB menjadi penerus bisnis layar yang sudah mapan untuk SDI. Melalui sektor ini, bisnis unggulan Samsung SDI telah tumbuh menjadi bisnis yang kuat dan solid seperti sekarang ini. Sehingga model bisnis inti dan infrastruktur dari SDI bergeser dari industri layar menjadi produsen energi yang bisa diisi ulang dan SDI terus diakui seluruh dunia sebagai pelopor baru untuk Korea dalam energi commerce.

Seo Hae-su mengatakan bahwa dengan bisnis baterai, Samsung SDI telah meningkat pengeluaran untuk solusi bisnis yang terkait dengan energi untuk lebih mendiversifikasi portofolio bisnis mereka dan untuk meringankan ketergantungan berat pada baterai kecil, menurut juru bicara Seo.

Meskipun para pembuat TV papan atas asedang sibuk mempersiapkan migrasi menuju teknologi televisi dengan layar organic light emitting diode (OLED) yang lebih tipis, namun Samsung SDI mengatakan bahwa divisi teknologi plasma masih menguntungkan karena permintaan TV plasma yang hemat biaya dan lebih murah tetap kuat di pasar negara berkembang. Samsung SDI sendiri adalah produsen top dunia dari layar plasma.

Sekarang, generasi berikutnya dari teknologi Lithium Ion pengembangannya sedang berlangsung dengan pesat di Samsung SDI untuk digunakan mulai dari perangkat mobile digital hingga mobil listrik dan ESS(Energy Storage Systems).

Dengan mengambil alih bisnis Photovoltaic yang menjanjikan d`ri Samsung Electronics, Samsung SDI akan dikhususkan untuk menciptakan nilai konsumen melalui sinergi dengan bisnis baterai yang ada SDI. Samsung SDI juga bekerja tidak hanya untuk mempekerjakan R&D untuk menciptakan produk dan teknologi baru yang inovatif, tetapi juga untuk merintis sektor pasar baru dengan penuh semangat dan antusiasme.

Samsung SDI bangga menjadi perusahaan Korea pertama yang memperkenalkan manajemen keberlanjutan, yang dipercayai merupakan salah satu konsep kunci dari manajemen Samsung. Dengan upaya yang signifikan, Samsung SDI telah dipilih oleh DJSI (Dow Jones Sustainability Indexes) selama tujuh tahun berturut-turut, prestasi pertama yang pernah diraih perusahaan asal Korea.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar