Kamis, 12 Januari 2012

Samsung mengalahkan Nokia dalam bisnis ponsel dan Apple dalam bisnis IT


Samsung Electronics mengungguli Nokia tahun lalu untuk merebut tempat teratas dalam penjualan ponsel dunia, sebuah tonggak kedua untuk raksasa teknologi Korea ini setelah sebelumnya berhasil mengalahkan Sony untuk menempati posisi pertama dalam penjualan TV global di tahun 2006.

Dalam sebuah jumpa pers di Las Vegas pada hari Senin (9/1), sehari menjelang pembukaan Consumer Electronics Show (CES) 2012, Vice Chairman Samsung Choi Gee-sung mengatakan, "Tahun lalu, kami membuntuti Nokia dalam jumlah unit ponsel tetapi kemudian melampauinya dalam penjualan."

Volume pengiriman yang lambat sebagai salah satu alasan karena Nokia hanya kompetitif pada ponsel dengan harga murah untuk segmen menengah dan bawah, sementara smartphone high-end Samsung memungkinkan perusahaan Korea ini untuk mengklaim posisi teratas.

"Pada awal 2007, jajaran eksekutif Samsung Electronics berkumpul di ruang rapat dan berjanji untuk menjadi No. 1 dunia pada 2010. Kami telah membuat sebuah papan janji yang diukir dengan nama-nama eksekutif. Meskipun terlambat setahun, kami terus berusaha menepati janji," kata Vice Chairman Choi, sambil menambahkan, "Nokia empat kali lebih banyak dari kita pada tahun 2007 dalam volume pengiriman, sehingga tak ada yang percaya hal itu bisa dilakukan. Namun kami telah melakukannya sekarang."

Samsung juga memposting pendapatan terbesar di antara perusahaan IT global tahun lalu. Menurut penyedia informasi keuangan FnGuide pada hari Selasa (10/1) kemarin, tahun 2011 penjualan Samsung mencapai 148,6 miliar dolar AS. Angka tersebut dengan mudah melampaui nilai penjualan HP sebesar 127,4 milyar dolar untuk tahun fiskal 2011 (berakhir pada bulan Oktober). Penjualan Apple mencapai 108,2 miliar dolar dan analis memperkirakan IBM berada di angka 107,2 miliar dolar untuk penjualan tahun lalu. Kesenjangan penjualan antara Samsung dan IBM sudah mencapai 40 miliar dolar.

"Kami akan menggembalakan revolusi smartphone yang sedang berlangsung dan memantapkan posisi kami sebagai pemimpin global," kata Vice Chairman Choi sambil menambahkan, "Revolusi yang cerdas (smart revolution) telah menjadi kekuatan pendorong di belakang demokratisasi di Timur Tengah, yang baru-baru ini diperluas ke industri elektronik termasuk TV. Namun, revolusi cerdas yang nyata baru saja dimulai. Meskipun masa depan tidak pasti, kita akan berinvestasi lebih tahun ini dibandingkan tahun lalu sebesar 21 triliun won (18,13 milyar dolar)."

"Kami mencapai 151 triliun won (130 miliar dolar) dalam penjualan pada tahun 2010 dan 164 triliun won (142 miliar dolar) tahun lalu. Kami menargetkan 180 triliun won (155 miliar dolar) tahun ini. Jika kita bisa merealisasikan harapan ini, kita bisa mencapai penjualan lebih dari 231 triliun won (200 miliar dolar) sebelum tahun 2015 untuk kali pertama di antara perusahaan teknologi global lainnya."

Vice Chairman Choi mengatakan perusahaannya akan fokus pada pengembangan bisnis "layanan konten". "Samsung Electronics adalah sebuah rumah desain global yang mengedepankan 550 desain ponsel selama setahun. Ke depan, kami akan memperluas investasi di sektor konten untuk memimpin ekosistem IT global," katanya.

Sebelumnya saat berlangsungnya IFA 2011 di Jerman, Vice Chairman Choi juga menyatakan keyakinannya bahwa perusahaannya akan memimpin dalam industri software global dalam dua tahun ke depan. Samsung, yang memiliki sistem operasi mobile sendiri, memilih untuk terus bekerja meningkatkan kemampuan software miliknya ini secara "lebih keras dari orang pikir diluar."
"Orang-orang menyatakan kekhawatirannya bahwa Samsung tidak bisa memimpin dalam hal industri software, tapi saya ingin memberitahu mereka untuk tidak perlu khawatir. Ini tidak akan lama, yang berarti hasilnya akan bisa dilihat dalam jangka 1-2 tahun," katanya. "Karena industri IT akan melalui masa transisi, peta (persaingan) akan perlu ditata ulang setelah lima tahun."
Pernyataan ini menyiratkan bahwa Samsung bertujuan untuk menjadi perusahaan software "top-tier" di dunia pada akhir tahun 2013, dimana pengeluaran akan lebih ditingkatkan pada software. Setelah mantap di hardware, sangat wajar jika sekarang Samsung juga mengincar industri software untuk menghadapi persaingan baru melawan Apple, Microsoft dan Google.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar