Senin, 30 Januari 2012

Samsung ingin fokus menjadi perusahaan software


Pada kuartal ketiga tahun 2011, Samsung berhasil menggusur Apple sebagai pembuat smartphone terbanyak di dunia, tetapi itu tidak bertahan lama karena kesuksesan iPhone 4S telah membuat Samsung jatuh kembali ke tempat kedua pada kuartal keempat, walaupun secara keseluruhan Samsung masih berada di posisi teratas untuk tahun 2011. Persaingan Apple dan Samsung untuk merebut dominasi di pasar smartphone telah dimulai sejak awal tahun ini, dimana segmen ini telah menyumbang keuntungan terbesar buat keduanya.

Situasi ini sangat berbeda berbeda jika kita kembali pada tahun 2009 atau sebelumnya, dimana saat itu Samsung hanyalah pemain kecil dipasar smartphone dan Apple sudah menjadi raksasa disana. Ini juga menggambarkan betapa cepatnya Samsung merespon perkembangan pasar, suatu hal yang tidak dilakukan oleh Nokia yang sebelumnya adalah pesaing terbesar Samsung di pasar ponsel featured phone.

Namun di lain sisi, Samsung juga menghadapi ketidakpastian dalam bisnis smartphone nya. Serangkaian pertarungan menyangkut paten dengan Apple telah menimbulkan banyak kerugian disisi materi dan konsentrasi, apalagi Samsung banyak mengalami kekalahan disini. Dilain pihak pengumuman akuisisi Motorola Mobility oleh Google semakin menambah ketidakpastian dan potensi pesaing lain dimasa depan. Google memang berjanji bahwa akuisisi ini tidak akan mempengaruhi komitmen mereka pada kebebasan Android, namun dalam dunia bisnis janji hanyalah sekedar ucapan di bibir yang jauh dari kekal dan tindakan adalah lebih dari segalanya. Chairman Samsung Lee Kun-hee langsung mengadakan rapat khusus dengan eksekutif dari tiap divisi bagian produksi dari Samsung untuk menanggapi akuisisi Google ini dan mendesak perusahaannya untuk meningkatkan upaya dalam mengembangkan daya saing dari sisi software. Bahkan tak urung pemerintah Korea juga mendesak perusahaan di negaranya untuk segera meninggalkan Android.

Untuk semua alasan tersebut dan sejak saat itu, Samsung mulai meningkatkan kemampuan software mereka, dengan mengambil pelajaran dari Apple dan Google yang saat ini menjadi perusahaan software smartphone terbesar dunia.

Samsung bahkan telah mengatur divisi Media Solution Center (MSC) pada akhir 2009 sebagai bagian dari usahanya untuk menyalip Apple dan Google dalam ranah smartphone. Musim panas lalu, mereka kembali menambahkan unit baru untuk sistem perekrutan dan sumber daya manusia yang khusus dirancang untuk menemukan dan mengelola mereka yang memiliki bakat dalam hal software. Samsung juga mulai masuk ke berbagai universitas terkemuka di dunia untuk mengenalkan platform software mereka kepada mahasiswa-mahasiswa IT.

Tahun ini mungkin kita akan melihat Samsung akan mengejar komitmennya untuk mengembangkan software dengan cara yang lebih mandiri sambil mulai mengambil jarak dari perusahaan-perusahaan seperti Apple dan Google, yang telah mempengaruhi mereka dengan begitu kuat beberapa tahun yang lalu.


Pada tanggal 15 Desember yang lalu, Samsung mengumumkan bahwa mereka akan menciptakan sebuah "Software Center" di Institut Penelitian DMC nya. DMC, singkatan dari Digital Media & Communications, mengacu pada salah satu dari dua perusahaan yang merupakan pilar utama dari bisnis Samsung: barang jadi seperti TV dan handset, yang menjual langsung kepada konsumen. Pilar lainnya adalah suku cadang dan komponen, seperti chip dan panel yang dijual kepada klien seperti Apple dan Sony.

Misi dari Institut Penelitian DMC adalah untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi yang ada sebelumnya yang berhubungan dengan media digital dan perangkat komunikasi. Tugas dari Software Center akan serupa, perbedaannya bahwa unit ini akan fokus pada teknologi yang adal sebelumnya sebelumnya yang berkaitan dengan software.

Sebelumnya Samsung juga memiliki beberapa unit lain yang bertanggung jawab untuk mengembangkan software. Tidak lain adalah divisi komunikasi mobile, yang dipimpin oleh JK Shin, yang selama ini telah mengembangkan software untuk smartphone seperti sistem operasi dan firmware, atau program komputer yang terkandung secara permanen dalam hardware.

Sedangkan untuk MSC, kelompok ini bertugas mengembangkan aplikasi dan konten lainnya yang dapat digunakan oleh smartphone dan tablet Samsung. Samsung juga dijadwalkan akan membuka unit operasi serupa di Silicon Valley yang disebut Mobile Solution Center America (MSCA).

Pejabat Samsung mengatakan bahwa yang menandai perbedaan DMC Research Institute dan Software Center dengan divisi lainnya adalah bahwa keduanya akan didanai seperti perancangan jangka panjang dan proyek-proyek masa depan, sedangkan sisanya akan ditugasi untuk jangka pendek, yaitu proyek-proyek yang menguntungkan.

"Software Center adalah seperti SAIT [Samsung Advanced Institute of Technology], dan sekarang kami memiliki struktur pengembangan software, seperti yang kita punya untuk hardware," kata seorang pejabat Samsung. SAIT adalah salah satu bagian dari R&D di Samsung Group yang dibuka pada tahun 1986.

"Langkah ini harus dipandang sebagai salah satu upaya perusahaan untuk mendahulukan software sebelum hardware, dimana yang terakhir tadi telah menciptakan keberhasilan dan kebanggaan buat Samsung untuk waktu yang lalu," kata karyawan Samsung lainnya.

Awal bulan lalu, Samsung mengumumkan bahwa mereka telah menunjuk David Eun sebagai eksekutif vice president. Eun sebelumnya menjabat sebagai presiden dari AOL Media and Studios, di mana ia menjadi pengawas untuk upaya Samsung menjadi penyedia konten premium terkemuka. Dia sebelumnya juga telah menghabiskan waktu di Google, di mana dia memimpin banyak lisensi Google dan YouTube dan kesepakatan kemitraan dengan jaringan TV.

"Kompetisi untuk mendominasi ruang hidup pengguna telah dimulai, dan Samsung Electronics dalam posisi ideal untuk memperluas hubungan ini keseluruh rumah dan kehidupan konsumen," kata Eun melalui siaran pers resminya. Sekarang, pejabat Samsung berharap Eun dapat membantu meningkatkan kemampuan software di berbagai bidang seperti Smart TV dan peralatan rumah tangga.

Pengamat mengatakan perekrutan ahli software dari luar oleh Samsung kemungkinan akan terus berlanjut. Samsung telah mempromosikan banyak spesialis software mereka dalam perombakan tahunan untuk tingkat manajemen eksekutif yang diumumkan pada tanggal 13 Desember yang lalu. Dari 226 eksekutif yang dipromosikan, 24 adalah personil dalam bidang software.

"Banyak eksekutif yang dipromosikan oleh Samsung dari kategori S [S untuk software] yang mengindikasikan adanya keinginan yang kuat untuk menjadi sebuah perusahaan yang berfokus pada software," seorang pejabat Samsung seperti dikutip oleh berbagai media Korea.


Ide untuk pendirian MSC sebenarnya berasal dari bada, platform software mobile yang dikembangkan oleh Samsung, dan Samsung Apps, toko aplikasi untuk perangkat bada, yang menjadi pesaing dari Apple App Store dan Google Android Market. Dan mulai saat ini, tugas utama unit ini adalah untuk mengembangkan aplikasi dan konten lain yang tersedia di Samsung Apps.

Pengamat juga menunjuk pada keberhasilan Samsung Apps, yang telah mencatat pertumbuhan yang nyata meskipun dari sisi jumlah aplikasi masih kalah jika dibandingkan dengan Apple App Store dan Android Market. Pertama dibuka dua tahun yang lalu, Samsung Apps hanya memiliki koleksi 300 aplikasi, tapi sekarang telah memiliki lebih dari 90.000 aplikasi. Jumlah ini belum termasuk aplikasi berbasis web atau HTML5 yang juga didukung sejak bada versi 2.0.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Ayo.. kembangkan terus sayap bisnis software mu Samsung. Abad ini & berikutnya adalah era Asia, milik Asia. Oleh karena itu jadikan kejayaan diri mu bagian dari kebanggaan bagi komunitas warga Asia.

Poskan Komentar