Sabtu, 14 Januari 2012

Samsung bangun ekosistem AllShare Play dengan layanan berbasis komputasi awan

Pada pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2012 di Las Vegas, Amerika Serikat, Samsung meluncurkan ekosistem gadget yang secara nirkabel dapat sharing dan streaming musik, video dan foto antar satu sama lain. Sebagian besar produsen elektronik besar di CES termasuk Sony dan LG mencoba untuk melakukan hal yang sama. Namun yang menjadi menarik disini adalah rencana Samsung untuk membuat ekosistem universal dengan membukanya juga untuk perangkat yang bukan buatan dari Samsung.

Eksekutif Samsung berbagi visi kedepan ini dengan staff reporter Forbes Elizabeth Woyke dalam sebuah wawancara di CES. Samsung berencana untuk merilis tool buat pengembang untuk teknologi sharing konten "AllShare Play" milik Samsung pada paruh pertama 2012. Kang Tae-Jin, Senior Vice President dari Samsung Contents Planning Team, mengatakan bahwa pengembang luar dan perusahaan lainnya akan dapat menggunakan API (Application Programming Interface) Samsung untuk membuat aplikasi untuk AllShare Play, termasuk aplikasi untuk smartphone dan TV yang bukan buatan dari Samsung.

Samsung telah mendukung AllShare Play (awalnya disebut hanya AllShare) dalam beberapa bentuk selama sekitar enam tahun. Sampai sekarang, AllShare telah terdiri seluruhnya dari aplikasi yang dibangun oleh Samsung. Dengan membuka layanan ini berarti akan dapat membantu Samsung menjual lebih banyak produk. Dan ini adalah berarti memaksa konsumen untuk membeli semua gadget mereka dari satu merek agar mereka bisa menikmati ekosistem ini. Ini adalah sesuatu yang ingin dibangun oleh Apple, Google dan Microsoft saat ini.

Samsung mencatat bahwa dengan memperkenalkan ekosistem AllShare Play ke dalam perangkat yang bukan buatan Samsung mungkin akan mempengaruhi fungsi, sebagian karena beberapa fitur AllShare Play membutuhkan biaya untuk dukungan. Kang mengatakan beberapa fitur mungkin tidak tersedia kecuali layanan tersebut berjalan pada perangkat Samsung. Inilah alasannya kenapa kedepannya Samsung ingin semua gadget produksinya bisa menggunakan platform software yang sama. Selain bisa menghemat biaya riset ulang, Samsung juga bisa mengontrol kegunaan dan percepatan dalam pengembangannya. Tidak perlu lagi menunggu platform software dari pihak lain, misalnya Google atau Microsoft untuk dukungan kompatibilitasnya.

Samsung bermaksud untuk menjaga layanan dasar AllShare Play secara gratis untuk konsumen tetapi juga akan menambahkan fitur berbayar. Sekarang, AllShare Play terutama berisi layanan utilitas yang menghubungkan perangkat dan konten menarik dari masing-masing gadget Samsung. Samsung saat ini bekerja untuk membuat AllShare Play bisa menjadi layanan konten yang lengkap dengan toko musik dan video. Kang mengatakan bahwa Samsung berharap bisa menambahkan layanan tersebut sebelum akhir 2012.

"Layanan yang lain mungkin mendapatkan publisitas yang lebih banyak," kata Kang mengomentari layanan serupa milik Apple. "Kami tidak melakukan pekerjaan yang baik untuk mempromosikan AllShare Play - tapi itu akan berubah tahun ini."

Sisi lain yang menarik dari AllShare Play adalah bahwa layanan ini juga menawarkan petunjuk tentang strategi cloud computing (komputasi awan) masa depan dari Samsung. Sebuah fitur baru dari AllShare Play 2012 disebut Remote Device Play memungkinkan pengguna untuk mengakses file secara remote dari PC yang terletak di tempat lain/pada jaringan Wi-Fi yang berbeda dengan menghubungkan ke PC melalui cloud. Fitur ini sengaja dirancang untuk orang yang memiliki foto atau video yang disimpan pada PC di rumah, dan ketika mengunjungi teman-temannya kemudian memiliki keinginan untuk menunjukkan konten yang di PC mereka ke layar TV milik temannya untuk dinikmati bersama.

Samsung masih belum mengatakan bahwa AllShare Play akan menjadi layanan komputasi awan secara penuh, karena yang sekarang ditampilkan masih lebih seperti sebuah jembatan ke cloud. Kang mengatakan Samsung saat ini masih bekerja pada layanan cloud yang sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar