Sabtu, 05 November 2011

Samsung: bada ibarat mobil diesel dan Android mobil bensin


Pada saat berlangsungnya bada Developer Day di Inggris, Samsung mengumumkan bahwa bada 2.0 sekarang sudah tersedia, baik untuk SDK (Software Development Kit) maupun fitur-fitur baru, melalui smartphone Samsung Wave 3 yang akan hadir di Inggris pada akhir tahun ini.

Samsung mobile UK Managing Director, Simon Stanford mengatakan bahwa bada "akan menjadi fokus besar" untuk Samsung "pada tahun 2012 dan seterusnya". Samsung mengklaim bahwa aplikasi bada telah diunduh sebanyak 110 juta kali sejak bulan Mei 2010, dan rata-rata aplikasi diunduh setiap 7 detik. Sementara itu, total perangkat bada yang terjual hingga saat ini mencapai 8,1 juta unit, dan Samsung mengatakan bahwa setiap pemilik smartphone bada rata-rata telah mengunduh masing-masing 17 aplikasi. Saat ini ada sekitar 40.000 aplikasi bada yang tersedia di Samsung Apps dengan sekitar 13.000 diantaranya dalam bahasa Inggris, dan aplikasi ini telah dijual di 120 negara.

Samsung juga mengumumkan beberapa kompetisi untuk mendorong pengembang ke bada 2.0 lewat Power App Race dengan hadiah total hingga puluhan milyar rupiah, termasuk hadiah 1 juta dollar untuk aplikasi bada 2.0 yag paling populer dan paling banyak diunduh.

Fitur baru dari bada 2.0 termasuk kontrol user interface yang lebih ditingkatkan, teknologi pengenalan suara, dukungan iklan dalam aplikasi, push notification, Adobe Flash dan teknologi berbasis web, teknologi pengenalan wajah yang lebih ditingkatkan, sementara multitasking menambahkan komunikasi antar aplikasi yang lebih mudah. Dukungan NFC juga telah dimasukkan dalam SDK.

Samsung mengklaim bada 2.0 juga mencakup database yang lebih aman dan konektivitas yang lebih canggih seperti Wi-Fi Direct. Untuk pengembang web ada kerangka web baru dan kemampuan untuk menggunakan file-file HTML5 dan WAC 2.0.

Sementara Kepala Konten Samsung Inggris Keith O'Brien menganalogikan sistem operasi ponsel dengan berbagai jenis bahan bakar untuk mobil. Kepada situs Techradar Inggris, O'Brien mengatakan: "Bagi saya, bada ibaratnya sedikit seperti mesin mobil."

O'Brien mengatakan bahwa ia sangat senang dengan kinerja bada, sambil bersikeras bahwa OS mobile milik perusahaannya ini ibaratnya mobil dengan tenaga diesel dibandingkan dengan Android yang untuk pasar massa yang diibaratkan mobile dengan bahan bakar bensin. "Meskipun Anda dapat memiliki mesin bertenaga bensin yang memberikan kinerja yang lebih baik, namun mesin diesel memberikan efisiensi yang lebih baik," katanya.

"Bada bagi kami, karena dirancang bersama-sama dengan hardware [milik kami], akan memberikan perangkat yang lebih efisien, yang lebih terintegrasi dan bisa menarik pada konten dan layanan kami [dengan lebih baik] - [dibandingkan] dengan Android dan Windows, dimana kita menempatkan software pada perangkat yang telah kita produksi sebelumnya."

"Jadi itulah mesin bertenaga bensin, keduanya [baik mesin diesel dan mesin yang bertenaga bensin] melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, tetapi OS bada sedikit lebih efisien."

Meskipun jumlah penjualannya masih relatif kecil jika dibandingkan dengan perangkat iOS dan Android, Samsung memiliki harapan tinggi untuk bada, dan menjanjikan bahwa perusahaannya mengharapkan bada untuk "menjadi bagian dari pasar massal, menjadi salah satu sistem operasi utama di dunia".

"Ini merupakan tahun Android dan Android telah mendominasi penjualan." O'Brien menambahkan, "Tahun depan, pasar akan meningkat secara signifikan dan ukuran pasar smartphone akan meningkat, dengan ketiga platform yang tumbuh pada waktu yang sama."

O'Brien mengisyaratkan bahwa Samsung juga bekerja untuk lebih mengintegrasikan semua perangkat elektronik melalui konten, dengan bada dilihatnya sebagai OS yang sempurna karena milik perusahaan elektronik seperti Samsung, berbeda dengan Android dan Windows yang memang milik perusahaan software. "Akan ada lebih banyak integrasi pada perangkat untuk yang akan datang. Kami sebagai perusahaan elektronik perlu memanfaatkan semua produk [buatan kami]. Jika Anda terlibat dengan produk Samsung maka Anda dapat menavigasi [produk] ini."

Sebuah layanan film Samsung Movies akan tersedia ketika peluncuran smartphone Samsung Wave 3, yang memungkinkan pengguna untuk menyewa atau membeli film pada perangkat mereka. Sebuah layanan musik Samsung juga telah terintegrasi dan berjalan melalui layanan Music Hub.

O'Brien tidak lupa menyatakan bahwa perusahaan masih terus untuk "benar-benar berkomitmen" untuk bada. Dia mengatakan, "Kami tidak tahu OS mana yang akan menjadi dominan, jika ada. Sungguh, kita baru saja memulai, dan potensi untuk OS mobile untuk mulai meresapi perangkat lain masih akan sangat luas. Jadi penting bagi kita untuk memiliki hardware dan software kita sendiri, serta sistem operasi agnostik yang tersisa. Kami lindungi nilai taruhan kita sejauh sistem operasi pergi; tahun ini kebetulan saja bahwa Android adalah 'OS of the day'."

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Kpn nih,,, wave 3 meluncur di indonesia???

Posting Komentar