Rabu, 31 Agustus 2011

Samsung menghabiskan lebih dari 80 triliun untuk R&D tahun ini


Samsung Electronics akan menghabiskan dana lebih dari 10 triliun won (sekitar 80 triliun rupiah) untuk biaya research and development (R&D) tahun ini sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan daya saing global. Di paruh pertama, R&D Samsung akan menghabiskan pengeluaran mencapai 4,98 triliun won atau sekitar 6,5 persen dari penjualan, dengan pengeluaran diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

"Pada tahun 2010, perusahaan menghabiskan 9,4 triliun won pada penelitian sehingga kemungkinan bahwa total tahun ini akan melampaui 10 triliun won," kata seorang eksekutif Samsung yang menolak untuk diidentifikasi.

Uang sebanyak itu diharapkan dapat digunakan untuk memperkuat kecakapan teknologi perusahaan di berbagai bidang seperti ponsel, semikonduktor, layar dan produk elektronik. Dana juga akan dialokasikan untuk pengembangan software.

Terkait dengan uang yang dihabiskan pada divisi R&D, Samsung mengatakan telah mengendalikan total 100.452 paten di seluruh dunia pada akhir tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 4.551 paten telah diterima di Amerika Serikat pada 2010, yang menempatkan Samsung sebagai perusahaan kedua setelah IBM dalam hal penjaminan paten terbanyak dalam waktu satu tahun. Samsung telah menjadi "runner-up" dalam lomba paten di pasar Amerika Utara selama lima tahun berturut-turut.

Samsung juga mengatakan bahwa mereka memiliki tenaga kerja sebanyak 100.453 orang pada akhir Juni dengan upah rata-rata mereka 33,10 juta won, dengan pekerja laki-laki memperoleh lebih banyak dari rekan-rekan perempuan mereka. Ada 69.247 pekerja laki-laki yang mendapatkan upah rata-rata 38,10 juta won sementara 31.206 karyawan perempuan rata-rata mendapat gaji 22,30 juta won. Samsung mengatakan bahwa karyawan laki-laki mereka menghasilkan sekitar 1,7 kali lebih banyak daripada rekan kerja perempuan mereka.

Samsung mengatakan bahwa alasan untuk perbedaan itu adalah dikarenakan banyak pekerja perempuan yang dipekerjakan di posisi yang kurang berhubungan dengan manajerial perusahaan dan juga karena masa kerja mereka yang lebih pendek. Ia menambahkan bahwa Samsung saat ini berada di garis terdepan dalam upaya menghilangkan diskriminasi di tempat kerja.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar