Selasa, 19 Juli 2011

JK Shin: Samsung akan merilis smartphone bada "penting" tahun ini


Samsung Electronics berharap bisa melampaui target penjualan smartphone tahun ini. Presiden dari Samsung Mobile Communications and Digital Imaging Shin Jong-kyun, atau yang lebih dikenal dengan panggilan JK Shin, hari Senin (18/7) kemarin mengatakan bahwa hal ini bisa dicapai dengan popularitas perangkat terbaru Android saat ini dan akan segera hadirnya deretan smartphone terbaru yang berjalan pada platform mobile bada milik mereka sendiri dengan harga yang terjangkau.

"Kami kemungkinan akan bisa menjual lebih dari 60 juta smartphone tahun ini," kata Shin dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Yonhap di kantornya di Suwon, Korea Selatan. "GALAXY S II telah diterima dengan baik tidak hanya di Korea, tetapi juga di Jepang, Eropa dan wilayah lainnya, dan smartphone lainnya juga mendapat tanggapan yang positif."

Pada bulan Februari, Shin memperkirakan penjualan tahunan Samsung untuk perangkat mobile akan mencapai rekor tinggi dengan 300 juta unit tahun ini, termasuk 60 juta unit diantaranya masuk kategori smartphone. Samsung Mobile yang saat ini hanya berada di belakang Nokia Corp dalam hal jumlah pengiriman ponsel, telah menjual 280 juta unit ponsel pada tahun 2010, termasuk 25 juta smartphone didalamnya.

"Untuk pertama kalinya, penjualan ponsel Samsung akan berada diatas 300 juta unit tahun ini. Ini adalah sangat bermakna dan peristiwa penting, "katanya. "Untuk memenuhi tujuan tersebut, Samsung harus memproduksi dan menjual 1 juta ponsel pada komponen rata-rata dan aman harian untuk 1 juta handset setiap hari, yang bukan merupakan tugas yang mudah."

Sebagai bagian dari strategi, Shin berniat akan meningkatkan jajaran smartphone yang menggunakan sistem operasi Google Android, termasuk handset yang berjalan pada platform bada, dan juga ponsel berbasis Windows Phone dari Microsoft. Samsung akan merilis smartphone bada yang lebih "penting" dan patut diperhitungkan selama sisa tahun ini, dengan beberapa dari produk baru ini akan ditampilkan selama pameran dagang elektronik IFA yang akan berlangsung September yang akan datang di Berlin, Jerman. Langkah ini juga dengan meningkatkan produksi smartphone berbiaya rendah melalui smartphone mid-range yang akan menggantikan ponsel low-end yang tidak bisa menjelajahi Web atau mengunduh aplikasi. Shin meramalkan meramalkan bahwa smartphone untuk pasar massal akan tersedia dengan harga yang rendah sampai dibawah US $150 dan Samsung akan mencoba maju untuk menyediakan perangkat di range harga ini sebelum Desember. Mungkin Samsung juga sedang mempersiapkan smartphone bada murah berikutnya sebagai penerus generasi Wave WQVGA.

Di bawah kepemimpinan Shin, raksasa elektronik ini bisa cepat berubah dari produsen smartphone yang terbelakang smartphone menjadi pemain terkemuka dengan kinerja bisnis yang sangat menguntungkan, sehingga menjadi perusahaan dengan pertumbuhan tercepat dalam segmen pasar nirkabel beberapa tahun terkhir. Peter Yu, analis dari BNP Paribas, menyimpulkan dengan kondisi ditengah tidak adanya perangkat iPhone baru dari Apple dan keputusan Nokia untuk membuang platform Symbian, telah mendorong Samsung untuk bisa menggesaer raksasa ponsel Finlandia itu untuk menjadi penjual smartphone top dunia di kuartal tersebut.

Menurut para analis pasar, divisi Samsung Mobile Communications kemungkinan telah berhasil menembus prosentase keuntungan yang mencapai 40 persen dari laba operasi pada kuartal kedua dari Samsung Electronics, yang juga membuat chip memori, panel layar, TV dan peralatan rumah tangga. Tapi dalam bahasa Shin, seorang pria yang masih menjunjung tinggi adat kesopanan Korea, mengatakan bahwa kinerja selama kuartal kedua adalah "tidak buruk." Samsung sendiri dijadwalkan akan untuk mengungkapkan laporan laba perusahaan pada 29 Juli nanti.

Pada bagian yang mengarah ke software, Shin mengatakan kalau Samsung juga berencana untuk terjun di segmen sistem komputasi awan (cloud computing), seperti halnya Google, Amazon dan Apple. "Kami memiliki rencana itu. Kami akan meresponnya," katanya tanpa elaborasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar