Sabtu, 14 Mei 2011

Samsung kembangkan Layar Lipat AMOLED untuk Perangkat Mobile


Salah satu masalah yang paling sulit untuk merancang sebuah perangkat mobile adalah menemukan cara untuk memperkecil ukuran perangkat sekaligus memaksimalkan ukuran layar. Untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua keinginan diatas, peneliti dari Samsung Advanced Institute of Technology di Korea Selatan telah merancang dan membangun prototipe dari layar tipis fleksibel yang dapat dilipat tanpa meninggalkan bekas lipatan di tengahnya.

Peneliti Samsung menjelaskan dalam studi mereka yang diterbitkan dalam edisi terbaru Applied Physics Letters bahwa saat ini ada banyak pihak yang sangat berminat pada layar fleksibel yang sempat dipamerkan oleh Samsung beberapa waktu yang lalu, yang secara alami bisa di bengkokkan atau rollable. Pembuatan sebuah layar yang dapat dilipat setengahnya akan memiliki keuntungan untuk menghadirkan layar yang luas di sebuah perangkat portabel dengan bentuk yang kecil. Dan sejauh ini yang menjadi tantangannya adalah menghilangkan bekas lipatan yang terlihat diantara panel-panelnya.

Dalam studi baru mereka, para peneliti Samsung telah berhasil mengatasi masalah ini, dengan menunjukkan sebuah layar lipat AMOLED tipis tanpa terlihat kusut sedikitpun. Layar ini terdiri dari dua panel AMOLED, karet silikon (bahan hyperelastic), pelindung kaca sebagai penutupnya, dan module case. Layar lipat ini memiliki radius yang sangat kecil hanya 1 mm, sehingga satu panel terletak hampir sepenuhnya di atas yang lain ketika layar dilipat pada sudut 180°. Kaca penutup kaca ini tidak hanya mencegah goresan, tetapi dapat berfungsi sebagai layar sentuh juga.

Rahasia dalam desain baru ini adalah bahwa layar AMOLED sebenarnya terpasang pada karet silikon, yang merupakan bahan hyperelastic (salah satu komponen yang bisa bertahan dari regangan elastis yang sangat besar saat peregangan) dan sepasang perisai pelindung kaca yang juga bertindak sebagai touchscreens. Dengan menggunakan teknik yang sudah ada pada produksi AMOLED, tim peneliti Samsung telah bekerja untuk membuat sebuah layar lipat hanya dengan beberapa penyesuaian dari teknologi yang sudah dimiliki oleh Samsung, yang pada dasarnya adalah memasang unit OLED pada substrat yang berbeda dan menggunakan bahan-bahan yang memiliki sifat optik hampir identik. Komponen-komponen ini juga bisa terikat satu sama lain dengan sangat kuat di layar lipat final yang terbentuk. Keterikatan erat secara properti optikal ini berarti tidak akan ada distorsi untuk pencitraan gambar, dan ketika bergabung di layar saat lipatan mengembang untuk bekas lipatannya akan sepenuhnya hampir tak terlihat.


Para peneliti juga telah menguji ketahanan mekanik dan optik dari layar lipat dengan melakukan 100.000 kali siklus melipat dan merenggangkan tanpa henti. Lewat pengujian ini mereka hanya menemukan bahwa hanya kecerahan yang akan menurun secara relatif dengan prosentase 6%. Karena perbedaan ini hampir tidak dikenali oleh mata manusia, maka penurunan ini bisa dikatakan telah diabaikan. Seperti penjelasan para peneliti, kunci untuk membuat layar lipat tanpa terlihat lipatannya adalah terletak pada cara mengendalikan sifat optik dari bahan pembuatnya.

"Semua bahan pembentuk dari unit layar lipat (kaca dan karet silikon) harus memiliki sifat optik yang hampir sama dan juga harus dilekatkan dengan sangat kuat antar satu sama lain tanpa ada perubahan sifat optik," kata peneliti HongShik Shim dari Samsung Advanced Institute of Technology kepada situs PhysOrg.com.

Adapun untuk penerapannya, layar lipat dapat dimanfaatkan dalam berbagai perangkat mobile seperti game konsol, ponsel atau smartphone, tablet PC dan notebook. Karet silikon hyperelastic secara komersial telah tersedia, yang bisa membuatnya cocok untuk produksi massal. Selain itu, peneliti Samsung juga berencana untuk meriset penerapan desain ini untuk pembuatan layar fleksibel berukuran besar.

"Metode kami memiliki keuntungan yang sudah matang, kami telah memiliki panel layar AMOLED berkualitas tinggi," kata Shim. "Tapi untuk komersialisasi nyata, beberapa proses baru dan material baru harus dikembangkan, yang akan memakan waktu sekitar 1-2 tahun."

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar