Kamis, 07 April 2011

Samsung dan Universitas Cape Town dirikan Laboratorium Inovasi Mobile untuk Afrika


Johannesburg, Afrika Selatan, 6 April 2011 - Samsung Electronics dan Universitas Cape Town (UCT) kemarin meluncurkan kemitraan untuk mengembangkan aplikasi ponsel yang inovatif untuk platform mobile buatan Samsung dalam merespon kebutuhan masyarakat Afrika yang unik.

UCT Samsung Mobile Innovation Laboratory (SMILe) – unit inovasi pertama Samsung di Afrika - merupakan proyek bernilai jutaan rand (mata uang Afrika Selatan, 1 rand sekitar 1300 rupiah) yang bertujuan untuk meningkatkan inovasi mobile dan keterampilan pengembangan aplikasi mobile. Para mitra dalam usaha patungan ini termasuk Departemen Sistem Informasi dan Departemen Ilmu Komputer dari UCT serta Cape IT incubator, Bandwidth Barn. Sebuah Laboratorium dengan fasilitas yang lengkap telah diluncurkan untuk periode awal tiga tahun.

Brett Loubser, Product Manager di Samsung Afrika Selatan, mengatakan: "Kami memilih untuk bermitra dengan UCT untuk kerjasama yang menarik sebagai sebuah penjajaran pasti yang jelas dengan tidak hanya program tanggung jawab sosial, tetapi juga dengan pilar visioner kami dalam mengembangkan teknologi yang 'Dibangun di Afrika, untuk Afrika, oleh Afrika'. Proyek ini juga bergema dengan ‘Planet First” dan ‘green innovation’ dari kami, mengingat juga adanya UCT Green Information Systems research."

Profesor Gary Marsden dari jurusan Ilmu Komputer menambahkan: "Lab UCT Samsung Mobile Innovation telah didirikan karena adanya kesadaran bahwa benua Afrika pada umumnya, dan Afrika Selatan pada khususnya, telah menimbulkan sebuah tantangan yang unik, kendala dan peluang dalam hal aplikasi mobile yang inovatif. Ada kebutuhan untuk ruang pengembangan aplikasi kreatif di mana ide-ide inovatif ini harus segera ditanggapi agar peluang yang unik ini bisa dieksplorasi. Peluang untuk pengembangan aplikasi mobile yang inovatif Afrika telah diidentifikasi, baik untuk pengguna individu dan pasar pembangunan sosial. Selain itu, ada kebutuhan untuk memindahkan aplikasi yang paling menjanjikan dari prototipe menjadi sebuah peluang yang layak secara komersial melalui suatu inkubator bisnis," kata Profesor Marsden.

"Ini adalah pertama kalinya sebuah laboratorium multi-disiplin akan dikembangkan secara alami dan kami berkomitmen untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi dari Samsung mobile dapat digunakan oleh mahasiswa di Afrika untuk memenuhi kebutuhan teknologi di Afrika," tambah Profesor Marsden.

Laboratorium ini adalah gagasan dari Profesor Jean-Paul Van Belle, Kepala dari Sistem Informasi di UCT, yang mengatakan: "Kami sangat senang mendapat kesempatan untuk menampilkan bakat inovatif yang besar dari mahasiswa kita. Departemen Sistem Informasi di UCT telah diakui secara internasional sebagai lingkungan ideal untuk memelihara profesional yang inovatif untuk masa depan dan kami sangat senang bahwa Samsung telah memilih kampus kami sebagai mitra penelitian pertama di Afrika.”

"Inisiatif ini akan mempertemukan para pakar, praktisi dan peneliti untuk mengejar penelitian yang inovatif dan bermakna serta untuk mengembangkan produk-produk jelas yang terkemuka dan aplikasi yang relevan bagi rakyat Afrika dalam meningkatkan kualitas hidup mereka dan memberikan solusi baru untuk kebutuhan unik di Afrika," kata Van Belle.

General Manager Bandwidth Barn, Chris Vermeulen menambahkan: "Melalui SMILe, ide-ide mobilitas yang baru akan dikembangkan menjadi prototipe oleh mahasiswa senior dalam Departemen Ilmu Komputer dan Sistem Informasi, di bawah bimbingan dari para staf akademik. Setiap tahun, antara 10 dan 20 prototipe dari aplikasi mobile akan dikembangkan dan yang paling menjanjikan akan cepat dilacak ke inkubator bisnis Cape Town, Bandwidth Barn, dengan maksud untuk mengkomersilkan teknologi. Laboratorium ini juga akan memberikan sumber yang kaya untuk bahan penelitian."

Dengan ini Samsung juga telah membuktikan komitmennya untuk meletakkan pondasi yang kuat bagi kejayaan platform mobile buatannya di masa depan. Mereka tidak ingin mencapai kesuksesan instan seperti platform mobile lainnya dengan memilih pengembangan dari bawah sehingga tidak mudah goyah di kemudian hari. Semua ini demi terwujudnya sebuah platform mobile yang bisa dinikmati semua orang. Smartphone for Everyone.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar