Rabu, 15 Mei 2013

Samsung anggarkan 1,5 triliun untuk ciptakan ahli-ahli software


Samsung hari ini mengatakan bahwa mereka menganggarkan dana sebesar 170 milyar won atau sekitar satu setengah triliun rupiah untuk pelatihan 50.000 insinyur software selama lima tahun ke depan.

Rencana itu muncul seiring dengan dorongan pemerintah untuk mendorong ekonomi kreatif dan perusahaan-perusahaan di Korea untuk fokus pada industri software. Samsung berencana untuk mempekerjakan lebih dari 2.000 insinyur software setiap tahun hingga 2017, naik hampir 30 persen dari tahun lalu, untuk membantu menciptakan lapangan kerja di bidang software. Dengan begitu, Samsung akan mempekerjakan 10.000 pekerja software tingkat bawah hingga 2017.

Di antara 50.000 orang, Samsung akan menargetkan 10.000 mahasiswa, baik dari jurusan teknik maupun non-teknik, untuk kursus pelatihan baru yang dirancang untuk para ahli dan non-ahli dengan memperluas program pelatihan 'Samsung Software Membership (oleh Samsung Electronics)' dan 'sGen-club (oleh Samsung SDS)'. Para mahasiswa ini kemudian didorong untuk menjadi pekerja software, dimana inisiatif ini akan efektif mulai tahun ini hingga 2017.

Sementara 'Junior Software Academy' akan dibentuk untuk pendidikan software awal bagi pelajar, baik dari sekolah dasar, menengah hingga atas. Para pelajar ini akan didorong untuk mencintai software dengan memberikan lebih banyak praktek dan studi langsung di lapangan

'Samsung Convergence Software Academy (SCSA)' yang diperkenalkan tahun ini untuk melatih siswa dengan studi humaniora akan diperluas untuk melatih lebih dari 400 orang dari 200 saat ini. Samsung mengatakan akan mendukung visi pemerintah untuk membangun ekosistem usaha dan bergabung dengan inisiatif ekonomi kreatif, sekaligus membantu meningkatkan insinyur software di Korea.

"Kami bermaksud untuk memperluas sumber daya manusia dalam software - kunci dari daya saing di masa depan - dan meningkatkan jumlah pekerjaan, sehingga mendukung upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem modal mandiri dan berpartisipasi dalam mendorong ekonomi kreatif," kata sumber dari Samsung Electronics dalam sebuah rilis resmi ke publik.

Kebetulan, Choi Mun-kee, Menteri Sains, TIK dan Perencanaan Masa Depan, yang diumumkan kemarin dalam konferensi pers pertamanya sejak pelantikannya menegaskan bahwa kementerian akan membentuk suatu badan baru yang mengkhususkan diri dalam pengembangansoftware.

"Untuk pertama kalinya Korea mengakui pentingnya software pada tahun 2000," katanya. "Setiap pemerintahan baru mengaku mereka akan mendukung industri software tetapi tidak ada yang benar-benar menjalankan rencananya untuk memenuhi janji mereka." Kalangan birokrasi di Korea mulai berpaling ke bidang software setelah gelombang kejutan yang melanda industri IT nasional tahun 2007 ketika Apple meluncurkan iPhone sebagai perangkat smartphone pertama mereka.

"Tapi sekarang negara kita memiliki 'ekonomi kreatif' sebagai tujuan utama, mengalokasikan tenaga kerja yang kuat dan dukungan software yang tidak bisa dihindari lagi," kata Choi. Dia menambahkan kementerian juga akan menetapkan kebijakan pusat penelitian software di bawahnya.

"Bahkan industri yang relatif lemah seperti pertanian kini telah memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai tambah yang tinggi berkat konvergensi software," kata seorang pejabat dari Samsung Electronics.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar