Senin, 08 Oktober 2012

Dua Chaebol terbesar makin mirip satu sama lain


Pada bulan Juni tahun ini, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya terjadi di salah satu Chaebol (istilah konglomerat di Korea) terbesar, Samsung Group. Kepala divisi perencanaan strategi masa depan Samsung Group Kim Soon-taek digantikan oleh Choi Gee-sung, yang saat itu menjabat sebagai CEO dan vice chairman Samsung Electronics.

Samsung telah lama menyimpan tradisi melakukan reshuffle perusahaan pada akhir tahun. Dengan perubahan personil tingkat atas ini, konvensi "tradisional" selama beberapa dekade telah runtuh hanya dalam waktu semalam.

Sejak saat itu, praktik promosi dalam tubuh Samsung Group telah berubah seperti tidak dapat ditarik kembali. Segera setelah itu, Chairman Samsung Group kemudian juga memberhentikan presiden dan eksekutif dari Samsung Techwin. Hal ini kemudian diikuti oleh pengunduran diri kepala divisi bisnis LCD dari Samsung Electronics.

Beberapa komentator mulai menanggapi hal ini, "Perubahan hati ini mencerminkan 'sense of crisis' dari chairman kepada perusahaannya tentang kemungkinan untuk jatuh di belakang bahkan di saat sedang berpuas diri." Melalui seringnya perubahan personil dan juga alasan pergi yang tak terduga, perusahaan dapat membuat orang-orang ini untuk tetap dibawah mereka dan tidak lengah sedikitpun.

Budaya personil yang tergantung sepenuhnya pada kehendak pemilik telah menjadi merek dagang dari Hyundai Motor Group. Chaebol yang dipimpin oleh chairman Chung Mong-koo ini telah terkenal bisa memberhentikan siapapun kapan pun mereka inginkan. Sekarang, hal yang sama telah dilakukan oleh Samsung Group.

Akhir-akhir ini, beredar pembicaraan "Samsung menjadi lebih seperti Hyundai Motor dan Hyundai Motor semakin lebih seperti Samsung." Kedua Chaebol terbesar ini makin mirip satu sama lain, dimana tiap kepala group saling meniru gaya manajemen yang lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar