Senin, 20 Februari 2012

Samsung masih memimpin pasar TV, berniat gabungkan divisi LCD dan OLED


Samsung Electronics terus berada di posisi teratas dari semua produsen TV di pangsa pasar global pada tahun 2011 yang berarti telah memimpin selama 6 tahun berturut-turut. Menurut angka yang dikeluarkan oleh DisplaySearch, Samsung adalah merek No.1, dengan penguasaan 20 persen dari pasar global, naik dari 19 persen pada tahun 2010.

Menurut DisplaySearch, sebanyak 222,29 juta unit TV layar datar (LCD TV dan PDP TV) telah terjual di pasar global selama tahun lalu, naik enam persen dari tahun sebelumnya. Penjualan TV LCD secara global naik tujuh persen menjadi 205,07 juta unit, sementara pasar TV PDP turun tujuh persen menjadi 17,22 juta unit.

Berikut peringkat untuk produsen televisi dalam penguasaan pasar selama tahun 2011 menurut DisplaySearch:
  1. Samsung Electronics 20%
  2. LG Electronics 13%
  3. Sony 9%
  4. Panasonic 9%
  5. Toshiba 7%
  6. Sharp 6%
  7. TCL 4%
  8. Hisense 4%
  9. Skyworth 3%
  10. Phillips 3%

Pasar TV 3D secara global menikmati pertumbuhan yang signifikan tahun lalu. Sebanyak 24,12 juta unit TV 3D telah terjual di seluruh dunia, dan penjualan untuk tahun 2011 lebih dari 10 kali lebih tinggi dari penjualan tahun sebelumnya sebesar 2,27 juta unit. Pangsa TV 3D di pasar TV layar datar secara global melonjak menjadi 11 persen dari tiga persen pada tahun 2010.

Samsung memutuskan akan menutup divisi LCD

Walaupun sukses di bisnis televisi layar datar, namun Samsung Electronics terus merugi dalam bisnis panel LCD sehingga berniat untuk menutup divisi LCD mulai 1 April mendatang. Untuk afiliasi baru kemungkinan besar akan bergabung dengan Samsung Mobile Display (SMD) untuk menggabungkan divisi LCD (liquid crystal display) dengan divisi OLED (organic light-emitting diode), untuk menjadi pabrik layar raksasa dengan penjualan tahunan senilai 30 triliun won.

Dalam pertemuan dewan direksi hari ini, Samsung Electronics telah menyetujui langkah ini. Setelah mendapatkan persetujuan akhir dari pemegang saham umum pada bulan Maret, usaha baru - yang sementara bernama Samsung Display - akan dibentuk pada 1 April dengan penyetoran modal sebesar 750 miliar won.

Samsung Electronics mengungkapkan pekan lalu bahwa mereka telah mengadakan pembicaraan dengan SMD mengenai kemungkinan merger ini. Jika merger ini adalah untuk menjadi sukses, maka akan menciptakan perusahaan layar baru senilai 30 triliun won yang sekaligus akan menjadi bisnis terbesar kedelapan di Korea dan afiliasi terbesar kedua Samsung. Dalam merger ini, unit LCD dari Samsung Electronics akan memimpin panel layar besar, sementara SMD akan bertanggung jawab untuk generasi baru panel OLED dan panel layar menengah.

Keputusan mendadak Samsung untuk menutup unit LCD ini dikarenakan kinerjanya yang mengecewakan dan telah membuat kerugian selama empat kuartal berturut-turut setelah melambatnya pertumbuhan pasar LCD sehingga membukukan kerugian dalam kisaran satu triliun won tahun lalu. Sebaliknya, divisi OLED dari SMD merupakan sektor yang pertumbuhannya sangat cepat, didorong oleh semakin populernya smartphone dan TV layar lebar berbasis layar OLED. Karena kedua operasi ini memiliki proses manufaktur yang sama, keputusan merger dari dua divisi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi bisnis layar dari Samsung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar