Laman

Selasa, 20 Desember 2011

Samsung akan dorong perangkat berbasis Linux di 2012


Minggu lalu, Samsung Group mengumumkan promosi terbanyak yang pernah dilakukan untuk jajaran eksekutif wakil presidennya untuk akhir tahun, dengan 501 eksekutif senior perusahaan yang bergerak naik jabatan di masing-masing afiliasinya. Secara khusus, Yoon Jang-hyun, mantan manajer senior di Samsung Electronics, melompat tiga tahun untuk menjadi direktur eksekutif untuk mengembangkan platform software yang unik untuk Samsung. Ia menerima promosi sebagai pengakuan atas kontribusinya untuk mengembangkan "Samsung Linux Platform", sebuah platform software milik Samsung yang digunakan di berbagai perangkat elektronik.

Samsung Linux Platform (SLP) adalah sebuah sistem operasi mobile berbasis kernel Linux dan server X.org. Samsung telah memulai proyek jangka panjang untuk pengembangan platform mobile yang murni berbasis Linux ini pada tahun 2007 dengan LiMo (Linux Mobile) Foundation melalui XO v1.0. Berkembang dari XO v1.0, SLP berubah dan berkembang dengan memiliki beberapa fitur, seperti penggantian window system menjadi X Window, serta dukungan untuk EFL (Enlightenment Foundation Library) untuk aplikasi. Selanjutnya, secara bertahap perangkat target SLP diperluas dari ponsel ke TV, kamera, MP3 player, tablet, dan laptop.

XO v1.0 - LiMo Compatible Linux Platform (Sep. 2007 ~ Oct. 2008)

Tidak hanya memiliki kompatibilitas dengan LiMo, tetapi tim SLP telah menjadi kontributor terbesar untuk LiMo Foundation. SLP yang telah berevolusi kemudian menjadi SLP versi v2.0 yang menjadi LiMo Release 2 dan menjadi platform software untuk smartphone Vodafone 360 Samsung H1/M1 ​​yang dirilis pada bulan Juni hingga September 2009.

Desain SLP didasarkan pada prinsip-prinsip dari Linux desktop standar, yang telah disesuaikan untuk bisa diadaptasi pada lingkungan mobile. SLP menggunakan kembali sejumlah besar komponen Open Source. Oleh karena itu, arsitektur software yang dimiliki sangat mudah untuk dipahami bagi siapa pun yang akrab dengan Linux desktop standar. Software stack SLP memiliki arsitektur berlapis yang terdiri dari aplikasi, middleware, dan kernel Linux. LiMo Foundation sendiri memiliki beberapa pendukung yang cukup besar, seperti Samsung, NEC Casio, Panasonic, ARM, Adobe, dan Mozilla. Namun dari semua anggota LiMo, hanya Samsung yang mengembangkan platform Linux mereka sendiri.


Bada sebagai platform smartphone eksklusif Samsung saat ini adalah sistem operasi berbasis Linux kernel (atau real-time OS) yang dinyatakan berakar dari Mocha (Modular & Configurable Handset S/W Architecture), yang kemudian berkembang menjadi SHP (Samsung Handset Platform). MOCHA dikembangkan oleh Laboratorium Software Samsung Electronics yang bertujuan untuk mengembangkan sebuah platform yang mudah untuk direplikasi dan dapat dengan mudah menjalankan multi-tasking. Berdasarkan pada platform ini, ponsel 3G pertama dengan fitur video (SGH-Z100) kemudian dirilis ke pasar Eropa. Setelah peluncurannya yang sukses, platform MOCHA digantikan oleh SHP, versi pengembangan lebih lanjut dari MOCHA, yang sekarang diterapkan pada banyak ponsel 3G.

Platform SHP telah diklaim sebagai bagian yang sangat penting dari Divisi Bisnis Mobile Samsung Electronics selama lebih dari 10 tahun dan platform ini kemudian ditingkatkan lagi pada tahun 2010 untuk mengikuti kepopuleran dari era smartphone. Platform generasi baru ini berisi fitur seperti multi-touch, grafis 3D dan User Interface (UI) yang telah ditingkatkan diantara fitur-fitur lainnya. Sebuah lapisan middleware, yang disebut OSP (Open Service Platform), ditambahkan ke platform ini yang kemudian berganti nama menjadi bada, di mana semua orang bisa mengembangkan berbagai aplikasi atau mengunduh berbagai aplikasi dari toko aplikasi Samsung.

Selain bada, beberapa perangkat elektronik Samsung yang dikategorikan "Smart" seperti Smart TV, Smart Fridge dan beberapa perangkat hiburan seperti Blu-Ray player dan Home Theater menggunakan software berbasis SLP. Dan bila Anda melihat user interface dari SLP untuk smartphone dibawah ini sangatlah mirip dengan UI dari smartphone bada.




SLP hampir sama dengan Android atau Maemo/MeeGo, yaitu ada sejumlah komponen closed source dalam sistem, tapi hampir setengah dari sistem ini adalah Open Source. Dan aliansi antara Linux Foundation, Samsung dan Intel di mana SLP dan MeeGo akan membentuk dasar dari OS open source baru, sebuah platform software berbasis Linux, yang disebut Tizen, akan ditargetkan untuk aplikasi berbasis HTML5 dan WAC (Wholesale Applications Community).

Tizen memiliki ruang lingkup yang jauh lebih luas daripada bada. Tizen akan mendukung beberapa kategori pada perangkat, seperti smartphone, tablet, Smart TV, netbook, dan perangkat infotainment dalam kendaraan (in-vehicle infotainment). Linux Foundation akan menjadi tuan rumah dari proyek ini, di mana pengembangan Tizen akan benar-benar terbuka dan dipimpin oleh tim pengarah teknis yang terdiri dari Intel dan Samsung.

Saat ini masih belum jelas bagaimana Samsung akan menggunakan Tizen untuk smartphone. Tapi sebelum pengumuman Tizen, jauh-jauh hari Samsung sudah memasukkah dukungan HTML5 dan standar aplikasi berbasis web lainnya kedalam bada API (application programming interfaces) terbaru versi 2.0. Begitu juga sebelumnya Samsung juga mengumumkan dukungan aplikasi WAC untuk bada 2.0. Jadi bisa diasumsikan aplikasi untuk Tizen akan bisa juga digunakan oleh perangkat bada 2.0 dan Tizen sendiri bisa jadi adalah versi open source dari bada.

Yang jelas semua akan terjawab di tahun 2012 dimana perangkat pertama Tizen akan diluncurkan, begitu juga dengan platform bada 3.0. Menimbang bahwa dalam kuartal ketiga 2011 Samsung telah berhasil melampaui Apple dan mengambil posisi pertama di pasar smartphone saat ini tentunya akan membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap perang ekosistem di tahun depan. Sebagai perusahaan yang sangat ambisius, Samsung tentunya tidak akan puas hanya menguasai pasar hardware smartphone, karena target berikutnya adalah software smartphone. Dengan menampilkan hardware dan software milik sendiri, Samsung akan bisa mengontrol dan menentukan sendiri nasib dan masa depannya tanpa harus menunggu pihak lain. 

Sementara itu "Next Generation Software R&D Group", awak elit dari ahli dan programmer Samsung saat ini sedang berusaha untuk mengembangkan software untuk media generasi berikutnya. Memang selalu sulit untuk memprediksi masa depan, tetapi kelompok ini terus bergerak maju, berdasarkan pada analisis pasar media dan penelitian yang sedang berlangsung.

"Saya percaya Samsung memiliki sejumlah besar potensi untuk merevolusi pengembangan software. Slogan kami 'Kita akan membangun platform nomor satu' yang berarti akan ada perubahan internal yang besar, dan perubahan ini menerangi jalan kita menuju keberhasilan dalam pengembangan software. Tidak ada hal seperti software 'standalone'. Semua software komputasi membutuhkan hardware tertentu untuk digunakan secara efisien, dan itu adalah area di mana Samsung telah memiliki keahlian kelas dunia. Dengan semua upaya perbaikan dituangkan ke dalam pengembangan software, Samsung akan segera membawa titel 'perusahaan software & hardware nomor satu di dunia'," kata Kim Sang-pyo dari Next Generation Software R&D Group.

"Orang-orang menyatakan kekhawatirannya bahwa Samsung tidak bisa memimpin dalam hal industri software, tapi saya ingin memberitahu mereka untuk tidak perlu khawatir. Ini tidak akan lama, yang berarti hasilnya akan bisa dilihat dalam jangka 1-2 tahun," kata Vice Chairman Samsung Electronics Choi Gee-sung waktu konferensi pers saat pameran teknologi IFA 2011 di Jerman beberapa waktu yang lalu. "Sebelumnya juga ada keraguan berat apakah Samsung bisa melewati Sony Jepang dan bahkan Nokia. Tetapi hasilnya telah menjawab segalanya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar