Selasa, 20 September 2011

Samsung berencana membuka bada untuk pengembang dan vendor luar tahun depan


Samsung Electronics berencana untuk membuka platform software mobile miliknya sendiri untuk pengembang dan vendor perangkat mobile lainnya mulai tahun depan dalam upaya untuk memulai pertumbuhan di sistem operasi dan mengurangi ketergantungan pada Google Android di bisnis smartphone dan tablet komputer yang semakin sadar hukum.

Sumber yang paham akan hal ini mengatakan kalau Samsung berencana untuk membuat software bada miliknya menjadi sebuah platform open source tahun depan, sambil menambahkan bahwa Samsung tidak memiliki rencana untuk membeli sebuah perusahaan software di masa yang akan datang.

Langkah ini dilakukan setelah Google mengumumkan pada bulan Agustus kemarin pihaknya berencana untuk membeli pesaing mereka Motorola Mobility Holdings Inc sebesar $12,5 miliar. Analis berspekulasi bahwa kesepakatan Motorola dengan Google akan membuat vendor handset yang menggunakan sistem operasi open source Google Android tertinggal di belakang Motorola dalam menanamkan dukungan teknologi dari Google untuk jangka panjang. Langkah ini juga ditargetkan untuk mengubah software bada menjadi sebuah platform yang banyak digunakan seperti pada Smart TV, yang menggabungkan fungsi canggih seperti on-demand streaming ke display layar datar.

Pergerakan maju dari platform bada ini juga bertujuan menjaga momentum pertumbuhan Samsung yang kuat di pasar perangkat mobile high-end. Firma analis pasar Strategy Analytics menyatakan bahwa Samsung telah menyalip pemimpin lama Nokia Corp di kuartal kedua 2011 dalam hal pengiriman handset ke seluruh dunia. Bisnis mobile Samsung mulai lepas landas tak lama setelah smartphone laris Galaxy S mereka memukul pasar pada bulan Juni 2010.

Momentum ini juga datang di bawah ancaman dari Apple Inc, yang bertujuan melarang penjualan smartphone dan tablet PC dari Samsung - pesaing terberat mereka saat ini - di seluruh dunia melalui berbagai tindakan hukum berdasarkan tuduhan Apple bahwa Samsung telah menyalin desainnya secara tidak sah. Sebagai balasannya, Samsung telah meluncurkan "countersuits" terhadap Apple, menanggapi bahwa perusahaan berbasis teknologi nirkabel asal Cupertino, California ini juga telah melanggar paten yang dipegang oleh Samsung.

Samsung, perusahaan teknologi terbesar di dunia dalam hal pendapatan, secara tradisional juga adalah perusahaan terkuat dalam pengembangan hardware. Dengan membuka platform bada untuk pengembang luar, Samsung akan mengambil rute yang sama seperti Google, yang memungkinkan insinyur software dari perusahaan luar untuk beradaptasi dan memodifikasi kode sumber untuk software miliknya secara gratis.

Sebelumnya, Park Byeong-Yeop, chairman dari Pantech Group, vendor smartphone terbesar kedua setelah Samsung di Korea mengatakan ia lebih memilih menggunakan OS bada sebagai platform untuk smartphone mereka berikutnya dibanding platform lainnya, termasuk Android, jika Samsung mengizinkannya. Hingga saat ini hampir semua smartphone buatan Pantech memang masih menggunakan Android.

Samsung meluncurkan platform bada pada akhir tahun 2009 dan digunakan pada smartphone perusahaan yng dihargai lebih murah di Eropa dan pasar negara berkembang. Sementara pembuat handset global lainnya seperti Nokia memiliki tantangan dalam pertumbuhan pasar untuk sistem operasi mereka sendiri. Nokia, yang menjual ponsel menggunakan sistem operasi Symbian, akhirnya memilih untuk bermitra dengan Microsoft Corp. awal tahun ini untuk membuat ponsel menggunakan software Windows dari perusahaan Amerika ini.

Para pengamat mengatakan Samsung telah meningkatkan dukungan untuk platform alternatif lain dalam smartphone high-end dan pasar tablet, setidaknya dalam jangka pendek, untuk meringankan ketergantungan pada Android. Pekan lalu, Samsung meluncurkan baru perangkat tablet dengan layar 11,6-inci yang didukung oleh versi baru dari OS Windows 8 milik Microsoft Corp.


Samsung, vendor terbesar di dunia televisi layar datar, saat ini menjual berbagai model Smart TV secara global yang berjalan pada sistem operasi milik mereka sendiri. Belum ada konsensus industri yang jelas untuk definisi dari Smart TV, tetapi Samsung mendefinisikan bahwa harus memiliki built-in prosesor seperti komputer dan platform software sehingga aplikasi yang dibuat khusus dapat berjalan di disalamnya dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan pada komputer dan smartphone. Awal tahun ini, Samsung mengatakan bertujuan untuk menjual total 45 juta TV layar datar pada tahun 2011. Dari total, mereka juga berencana untuk mengapalkan 12 juta unit Smart TV tahun ini.

Tahun lalu, Google bermitra dengan Sony Corp dan Logitech International SA untuk meluncurkan TV yang memungkinkan pengguna mengakses Internet dan mencari daftar acara live dari TV mereka, tapi tingginya harga perangkat dan interface yang rumit membuat penjualan sangat berat tidak seperti yang diharapkan. Hal ini berkebalikan dengan Samsung yang cukup sukses dengan Smart TV miliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar