Rabu, 03 Agustus 2011

Analis: Pertumbuhan bada semakin penting buat Samsung


Samsung membuat pengumuman besar tentang platform mobile bada saat peluncurannya di akhir 2009 dan saat peluncuran smartphone bada pertama - Samsung Wave (model: GT-S8500) - di acara Mobile World Congress (MWC) 2010. Tapi sejak saat itu raksasa elektronik Korea ini terkesan tidak ingin mengumbar informasi berlebihan yang terkait dengan platform miliknya ini.

Namun minimnya informasi yang bisa diperoleh untuk memastikan market share dari smartphone bada saat ini tidak menghalangi niat dua analis pasar mobile terkenal - Horace Dediu dan Tomi Ahonen - untuk mengungkapkan prediksi dan analisanya berbekal data-data di lapangan yang berhasil mereka kumpulkan.

"Jumlah ponsel bada yang dikirimkan selama kuartal terakhir tidak diumumkan, namun beberapa asumsi dapat dibuat yang mengarah ke perkiraan yang masuk akal," tulis Horace Dediu pada blog pribadinya Asymco, sambil menambahkan beberapa asumsi yang akan memperkuat analisanya:

"Pertama, kita tahu bahwa Samsung mengapalkan sekitar 3,2 juta smartphone selama Q2 2010 dan ini jumlah total yang mencakup bada dan Android (dan mungkin juga beberapa perangkat Windows Mobile)."

"Kedua, kita tahu bahwa ada sekitar 19,9 juta smartphone di Q2 2011."

"Ketiga, Canalys dalam publikasinya telah memperkirakan bahwa bada telah tumbuh sebesar 355% dalam hitungan tahun-per-tahun."

Dari ketiga asumsi ini dan berdasar jumlah total smartphone yang dikirimkan selama kuartal terakhir, dia memperkirakan sebanyak 4,5 juta unit smartphone bada telah dikirimkan selama Q2 2011. Capaian 4,5 juta ini, klaim Dediu, merupakan bukti bahwa Samsung tidak hanya berfokus pada platform Google. Samsung secara efektif telah melindungi nilai taruhan-nya di pasar smartphone.

"Mengingat semakin pentingnya bada buat Samsung, sudah jelas bahwa Android tidak menjadi satu-satunya sumber pertumbuhan bagi perusahaan dan transisi dari featurephone ke bada seperti halnya Android adalah pendorong strategis kunci untuk diferensiasi pendatang vis-a-vis low end," tambahnya.

Sementara Tomi Ahonen, Konsultan Mobile dan Media yang juga merupakan mantan Eksekutif Nokia ini, memberikan analisanya berdasarkan data dari biro analis IDC dan Strategy Analytics. Dia memperkirakan bada saat ini telah menguasai 5% dari market share smartphone dengan 5,9 juta unit telah terjual selama Kuartal kedua 2010. Capaian ini mengungguli Windows Phone buatan Microsoft yang hanya bisa menguaai 1% dari market share.

Untuk perhitungan secara kumulatif, Tomi memperkirakan smartphone bada telah dikirimkan sebanyak 14,7 juta unit selama setahun, sehingga menempatkannya sebagai platform tersukses sepanjang sejarah dalam tahun pertamanya sejak diluncurkan yang sebelumnya dipegang oleh iPhone. Hal ini tidak dialami oleh Android yang baru sukses di tahun ketiganya setelah adanya promosi besar-besaran kerjasama antara Google dan operator Verizon lewat handset Motorola DROID yang disebut sebagai alternatif dari iPhone serta diikuti dengan kampanye negatif yang menyerang kekurangan-kekurangan dari iPhone waktu itu.

Tomi juga menyebutkan bahwa penjualan terbesar smatphone bada ada di wilayah Eropa dan Asia, bukannya pada tanah kelahirannya di Korea karena memang pasar domestik sangat kecil dan Samsung memang merasa belum saatnya memperluasa penetrasi bada disana terbukti hanya merilis satu model, yakni Samsung Wave II. Bahkan untuk ekosistem, Tomi berani menyebut bada saat ini dalam posisi ketiga terbesar di dunia, setelah Android dan iPhone tentunya.


Anda sebagai pengguna smartphone bada setidaknya pasti telah merasakan bahwa Samsung selama ini lebih banyak bekerja keras untuk memoles platform miliknya agar bisa secepatnya bersaing dengan platform besar lainnya yang lebih dulu populer daripada banyak berbicara kepada media. Lewat perubahan drastis di bada 2.0 dibanding versi-versi sebelumnya, baik dalam hal user experience, fitur, layanan dan dukungan, Samsung seakan ingin memastikan bahwa bada memang memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang terus kearah yang lebih baik di masa depan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

sayangny d indo bada ga heboh.. kayakny kok wave II d indo ga laku y.. skrg aj wave II msih ad baru ny apa ga jg ga ad kabar.. sayang skali samsung promosi bada ny kurang wahhh.. padahal ane lbh suka bada dr pd android.. tpi klo bada ga kedengaran gini y ap boleh buat trpksa pilih android dlu.. smoga bada makin sukses aj deh..

Posting Komentar