Kamis, 23 Juni 2011

Samsung hadapi dilema dalam pengembangan layanan Kakao Talk

Samsung Electronics menghadapi sedikit masalah dengan layanan Kakao Talk pada smartphone bada mereka. Kakao, penyedia layanan messenger gratis untuk semua pengguna ponsel lokal iPhone dan Android, sebenarnya juga akan segera meluncurkan Kakao Talk versi Blackberry. Namun, pengembangan untuk versi bada sekarang mengalami stagnasi setelah kerjasama dengan penyedia layanan Kakao Talk ini tidak berjalan dengan baik. Padahal proyek untuk versi bada dan BlackBerry dimulai pada sekitar waktu yang sama.

Kakao mengumumkan pada tanggal 22 Juni adalah hari berakhirnya layanan beta untuk 200 atau lebih pengguna Blackberry dan akan dirilis resmi pada tanggal 27 Juni. Dalam situasi ini, diharapkan layanan Kakao Talk akan tersedia mulai bulan depan untuk lebih dari 100 ribu pengguna lokal setempat yang menggunakan ponsel Blackberry.

Dilain pihak, rilis untuk versi bada mungkin akan mengambil lebih banyak waktu. Meskipun Samsung Electronics telah menerima beberapa source code basic dari Kakao dan menyerahkan bentuk awal dari aplikasi yang telah dibuat kepada Kakao, namun Kakao menolaknya, dengan memberi alasan masih jauh dari kesempurnaan, dan Samsung telah mulai kembali mengembangkannya.

Orang dalam yang berkecimpung dalam industri ini menganalisa bahwa penundaan ini bisa dikaitkan setidaknya sebagian dengan sikap Kakao yang tidak memiliki alasan kuat untuk memberikan cara pengembangan yang sebenarnya. Dengan Apple dan Samsung yang saat ini bekerja pada layanan messenger gratis milik mereka sendiri, Samsung dapat dilihat sebagai pesaing potensial buat mereka dan kerjasama ini juga bisa berarti akan menimbulkan beberapa kebocoran teknologi milik Kakao.

Saat ini, banyak pengguna smartphone bada yang semakin menuntut agar mereka dapat menggunakan layanan ini dengan segera. Dengan situasi seperti ini, banyak yang akhirnya memusatkan perhatian mereka untuk mencari tahu bagaimana akhirnya Samsung akan mengungkap dilema ini, khususnya dalam menghadirkan layanan Kakao Talk.

6 komentar:

Anonim mengatakan...

waduh, baru kemarin denger berita bagus. hari ini malah dpt berita tdk menyenangkan. Apa bada kurang populer di korea ? sampe layanan messenger gratis aja susah masuk bada.

Ryo Jin mengatakan...

Sudah dijelaskan alasannya di artikel diatas bukan karena smartphone bada populer atau tidak, melainkan karena Samsung sendiri juga sedang mengembangkan aplikasi messenger sendiri untuk platform bada.

Anonim mengatakan...

Aplikasi messenger sendiri khusus bada ? ato untuk semua OS ?

bada user lebih menginginkan aplikasi messenger yg bisa menghubungkan mereka ke os lain. Misalnya aplikasi seperti Whatsapp.

kang abe mengatakan...

Berita kurAng mnyenangkan

Anonim mengatakan...

sedang mencari alternatif lain buat badaOS ku nih....???? kpn samsung MAMPU hadirkn messenger spt whatsapp shingga bs chat messenger dgn multiplatform, spthalnya BBM. karena jelas whatsapp ga mau support badaOS. masa kemampuan samsung kalah sih ama nexian yg pny nexian messenger, yg bahkan komunitasnya bs ampe bbrp negara asia lho? huhhf.. payaah...

Ryo Jin mengatakan...

Untuk messenger bisa menggunakan layanan Social Hub atau aplikasi Kint Messenger yang ada di Samsung Apps.

Posting Komentar