Senin, 13 Desember 2010

Platform bada diantara Persaingan dengan Platform Besar lainnya


Samsung, vendor ponsel terbesar kedua didunia, terus membuat kemajuan dengan platform bada mereka untuk smartphone, terutama yang berkaitan dengan aplikasi dan pengembang. GSMA Mobile App Briefing baru-baru ini melaporkan bahwa Samsung Apps, toko aplikasi bada yang telah diperluas hingga ke 118 negara, saat ini sudah berada dalam trek terbaiknya dengan melebihi 50 juta pengunduhan aplikasi secara kumulatif untuk bulan ini. Sebuah kontes pengembang aplikasi untuk bada yang baru saja selesai - bada Developer Challenge - juga telah menarik 2.077 tim pengembang, yang tentunya akan membantu untuk memacu minat dalam pengembangan software untuk platform, dan terbukti laris manis.
 
Update progress terbaru dari Samsung Apps ini seakan memperkuat penjualan positif dari handset bada yang dihitung hanya dari bulan lalu, dimana pada kuartal yang baru berakhir pada bulan September ini kita bisa melihat 1,3 juta pengguna smartphone bada di seluruh dunia. Angka-angka ini sudah cukup untuk platform bada yang masih bayi ini untuk merebut dua persen dari pangsa pasar smartphone global, dan mendorong para analis terkenal untuk menunjukkan bagaimana platform bada bisa memperoleh kemenangan besar di masa depan, bahkan di dunia smartphone yang saat ini penuh dengan perangkat Symbian, Android, BlackBerry dan iOS.

Samsung mulai bertaruh dengan sumber daya yang dimilikinya untuk mulai mengembangkan bada sejak tahun lalu, tepat pada saat yang sama Samsung juga mulai melompat di kereta Android, dengan sejauh ini telah menghasilkan prestasi yang luar biasa lewat penjualan lebih dari 7 juta unit perangkat Samsung Galaxy S serta satu juta unit Samsung Galaxy Tab yang semuanya berjalan pada platform Android sehingga menempatkan Samsung sebagai vendor Android terbesar di dunia saat ini dengan 300 ribu aktivasi perangkat Android per hari. Dengan aktivasi sebesar ini apakah Samsung menomorsatukan Android? Jawabannya adalah tidak, karena Samsung sudah bersiap untuk suatu saat melepas Android maupun platform lainnya bila bada sudah besar. Ini adalah suatu hal yang realistis dimana mereka masih bisa belajar banyak dari platform besar yang mereka dukung untuk pengembangan bada.
 
Awalnya mungkin banyak orang mempertanyakan gagasan Samsung untuk menciptakan sistem operasi sendiri, tetapi angka-angka penjualan ini, baik untuk hardware maupun software telah menjawab semua keraguan selama ini. Penjualan perangkat bada memang masih jauh lebih rendah dari perangkat Android, tetapi Samsung telah menunjukkan sinyal positif dalam platform mereka: aplikasi bada telah ditawarkan di lebih banyak negara daripada Google dengan Android Market, misalnya. Dan itu sekitar tiga kali lipat dari negara yang di dukungnya, jadi secara infrastuktur software, bada lebih siap daripada Android karena selama ini Google lebih sibuk mengekploitasi perangkat Android sebagai media iklan bagi keuntungan mereka. Katalog aplikasi untuk bada saat ini memang relatif lebih sedikit dari Apple atau Google, tetapi 50 juta pengunduhan hanya dalam waktu satu tahun keberadaannya (itupun baru banyak setelah Samsung Wave dirilis resmi sekitar 6 bulan yang lalu) adalah suatu prestasi tersendiri yang sulit dicapai oleh platform lain di awal-awal kehadirannya.

Apakah bada akan bisa bersaing dengan platform peringkat atas lainnya? Mungkin tidak untuk sekarang, Samsung saat ini masih membangun ekosistem untuk bada yang ditargetkan pada model ponsel untuk berbagai kalangan masyarakat, "Smartphone for Everyone." Mungkin tidak mewah bila dibandingkan dengan iOS, Android atau BlackBerry, tetapi bada tampaknya saat ini sudah siap memukul pasar dari bawah, antara featurephone dan smartphone high-end, untuk bersiap menjadi platform besar dimasa depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar