Jumat, 03 Mei 2013

Huawei dan ZTE berusaha mempelajari strategi kesuksesan Samsung


Pembuat smartphone asal China akan belajar dengan perhatian yang penuh pada strategi kesuksesan dari Samsung Electronics.

Menurut sumber industri hari ini, Huawei telah membentuk tim khusus untuk mempelajari strategi kesuksesan Samsung. Perusahaan China itu telah mempersempit fokus mereka ke pemasaran Samsung dan integrasi vertikal pasokan suku cadang dan mulai membuat tolok ukur mereka dengan Samsung mulai tahun lalu.

Setelah mengetahui bahwa Samsung menciptakan citra merek premium sementara mengurangi pembelanjaan pada pemasaran dengan merek "Galaxy", ZTE dan Huawei juga meluncurkan smartphone premium baru-baru ini. Karena kategori produk utama mereka bukanlah model premium, resiko pertaruhan mereka adalah tidak mampu untuk menutup setidaknya biaya pengembangan, tapi mengingat mereka ingin meningkatkan citra merek, akhirnya diputuskan juga untuk meluncurkan produk premium untuk menaikkan citra positif perusahaan.

Perusahaan-perusahaan China juga mempercepat integrasi vertikal dari komponen smartphone, yang secara umum sebenarnya adalah praktek yang kurang lazim di perusahaan-perusahaan China.

Meskipun mereka masih mengandalkan pemasok komponen dari Korea dan Jepang untuk penyediaan suku cadang yang membutuhkan teknologi canggih, seperti semikonduktor, panel layar sentuh dan modul kamera, namun pembuat smartphone China telah mencapai integrasi vertikal untuk komponen yang bersifat umum, termasuk PCB dan casing. Mereka saat ini sedang membangun rantai pasokan dengan berinvestasi pada material dan perusahaan komponen di China dan membeli putus teknologi asli dari perusahaan komponen Jepang melalui M&A (Mergers and Acquisitions).

Pembuat smartphone China tidak hanya mampu mengurangi waktu perilisan ke pasar atau time-to-market dengan integrasi vertikal dari bagian pasokan, tetapi juga menurunkan biaya. Seorang ahli industri berkomentar, "ketika produsen di suatu negara mencapai daya saing dalam membuat set perangkat secara penuh, mereka cenderung mulai memperluas lingkup mereka ke bagian produksi dalam tiga sampai empat tahun. Dengan terus tumbuhnya pembuat smartphone di China, perusahaan komponen di negara mereka juga akan tumbuh melalui daya saing mereka."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar